Wanita yang dijuluki berkemben dua mengalami dua kehidupan

Orang yang tidak punya citra keindahan dalam jiwanya tidak akan dapat melihat sesuatu pun yang indah-indah di alam wujud ini. 

   Asma’ binti Abu Bakar RA yang bergelar Dzatun Nithaqaini (wanita yang mempunyai dua kemben) dijadikan sebagai teladan hidup dan sample yang baik dalam hal kesabaran menanggung kehidupan yang sengsara, kemiskinan yang sangat, dan ketaatan kepada suaminya dengan antusias dan senantiasa berupaya menyenangkannya.

 Dalam sebuah Hadits Shahih disebutkan bahwa Asma’ pernah menceritakan perihal kehidupannya sebagai berikut:
   "Zubair menikahiku, sedang dia tidak punya suatu harta pun, kecuali kudanya. Selanjutnya, akulah yang mengurus dan yang memberinya makan. Aku bisa menumbuk biji kurma untuk makannya bila digunakan untuk mengangkut air dan aku biasa menimba dan mengadon roti. Aku biasa mengangkut biji kurma dari tanah Zubair yang diberikan oleh Rasulullah SAW bersama dengan beberapa orang sahabat lainnya. Suatu hati Rasulullah memanggilku dan menghentikan untanya dengan maksud untuk memboncengkanku di belakangnya. Akan tetapi, aku malu dan aku teringat kapada Zubair yang sangat pencemburu.”

Asma’ malanjutkan kisahnya:
“Setelah aku tiba di rumah, kuceritakan hal itu kepada Zubair, maka ia berkata:
‘Demi Allah, sesungguhnya aku lebih cemburu bila kamu memanggul biji kurma daripada kamu membonceng di belakang Rasul SAW’”


Asma’ melanjutkan kisahnya:
“Akhirnya, Abu Bakar sesudah itu mengirimkan seorang pembantu untukku yang kemudian pembantulah yang menggantikanku mengurus kudanya, maka seakan-akan dia telah memerdekakan diriku.”

   Sesudah semua kesabaran yang telah dijalaninya itu, berlimpahlah kesenangan yang datang kepadanya dan juga kepada suaminya. Akan tetapi, dia tidak congkak dengan kecukupan yang didapatinya.
 Dia menjadi seorang yang dermawan lagi mulia dan tidak pernah menyimpan sesuatu untuk hari esoknya, dan adalah Asma’ bila sakit, ia duduk menunggu hingga sembuh. Sesudah itu dia memerdekakan semua budak yang dimilikinya.

 Dia berpesan kepada anak-anak perempuannya dan juga kepada keluarganya: “Berinfaq dan bershadaqahlah kalian, jangan sampai kalian menunggu datangnya kelebihan!”

Hidup ini indah bagi orang-orang yang beriman dan pahala akhirat itu di sukai oleh orang-orang yang bertaqwa. Hanya merekalah orang-orang yang bahagia itu.

Artikel Menarik Lainnya:

Barang siapa tidak terhibur dengan Allah, maka tidak akan beroleh hiburan dari apa pun

Itulah tabiat hari-hari yang selalu berubah-ubah, 
sedang perintah Allah senantiasa menunggu. 

   Allah SWT adalah pelipur duka orang mukmin, hiburan orang yang taat, dan kecintaan orang yang ahli ibadah. 

Barang siapa yang terhibur dengan-Nya, maka ia akan terhibur dengan kehidupan ini, merasa bahagia dengan keberadaannya, dan merasa senang menghadapi hari-harinya. 

Hatinya senantiasa tenang, sanubarinya terang, dan dadanya lapang, karena di dalam kalbunya terukir kecintaan kepada Allah.

   Sifat-sifat Allah telah meresap dengan tenang dalam perasaannya dan asma-asma Allah telah tergambarkan di hadapan matanya. 
Untuk itu, dia selalu menghafal asma-asma-Nya, merenungi sifat-sifat-Nya, dan dalam kalbunya selalu teringat sifat Yang Maha Pemurah, Yang Maha Penyayang, Yang Maha Terpuji, Yang Maha Penyantun, Yang Maha Baik, Yang Maha Lembut, Yang Maha Membalas Kebaikan, Yang Maha Pencinta, Yang Maha Mulia, dan Yang Maha Besar.

 Karenanya tergugahlah rasa kerinduan kepada Yang Maha Pencipta, rasa cinta kepada Yang Maha Besar, dan rasa dekat dengan Yang Maha Mengetahui.

   Sesungguhnya kedekatan Allah kepada hamba-Nya pasti akan menumbuhkan hamba yang bersangkutan rindu kepada-Nya, merasa gembira dengan pertolongan-Nya, dan senang dengan perhatian-Nya:
“Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendo’a apabila ia berdoa kepada-Ku.” (QS.2:186)

   Sesungguhnya sikap merasa terhibur dengan Allah tidak datang begitu saja tanpa penyebab dan tidak pula dapat diraih tanpa susah-payah. 
Bahkan ia merupakan buah dari ketaatan dan kesimpulan dari mahabbah (rasa cinta). Untuk itu, barang siapa yang taat kepada Allah dan menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya serta benar dalam cintanya kepada-Nya, niscaya dia akan menemukan hiburan sebagai hal yang di dambakan, merasa dekat dengan-Nya sebagai kebahagiaan.

Keindahan yang sebenarnya adalah keindahan akhlaq, 
Kecantikan yang sebenarnya adalah kecantikan etika, 
Dan kebaikan yang sebenarnya adalah kebaikan akal.

Artikel Menarik Lainnya:

Beberapa nasehat dari seorang wanita sukses

Ya Tuhanku, aku memuji-Mu dengan segala pujian yang tidak layak bagi selain-Mu menerimanya. Wahai Tuhanku, hanya Engkaulah tempat bergantung semua makhluk.

  Sorang ibu yang moderat menasehati anak perempuannya pada hari pernikahannya dengan dibarengi oleh senyum dan tangis bahagianya. Ia mengatakan:

   “Wahai anak perempuanku, engkau sekarang akan menempuh hidup yang baru, yaitu kehidupan yang tiada tempat padanya bagi ibumu, ayahmu atau seorang dari saudara-saudaramu. 

Di dalamnya engkau akan menjadi teman hidup suamimu yang tidak menginginkan ada seorang pun ikut campur dengannya terhadapmu sekalipun ia berasal dari darah dagingmu sendiri.
   Jadilah engkau istrinya, jadilah engkau ibu untuknya, dan jadikanlah dia merasa bahwa engkau adalah segalanya dalam hidupnya dan segalanya dalam dunianya. 

Ingatlah selalu bahwa seorang lelaki itu, siapa pun dia adanya, bagaikan bayi besar yang dengan sedikit kata-kata manis akan dibuatnya merasa bahagia. 

Jangan kau jadikan dia merasakan dengan mengawinimu berarti dia telah meninggalkan keluarga dan kerabatnya.

   Sesungguhnya perasaan ini adakalanya dia rasakan pula pada dirinya bahwa dia telah meninggalkan rumah kedua orang tuanya dan keluarganya demi kamu. 

Akan tetapi, perbedaan antara dia dan kamu adalah perbedaan antara seorang lelaki dan seorang wanita, wanita selamanya merindukan keluarga dan rumah tempat kelahiran, tempat ia tumbuh, tempat ia dibesarkan dan tempat ia belajar. 

Akan tetapi, ia harus membiasakan dirinya dengan kehidupannya yang baru. 

Dia harus menyesuaikan kehidupannya dengan lelaki yang kini menjadi suaminya, pemeliharanya, dan ayah bagi anak-anaknya. Inilah duniamu yang baru.

Dobel Sok 1/2*1/4

   Wahai anak perempuanku, inilah masa kini dan masa mendatangmu, inilah keluargamu yang akan kamu bangun berdua bersama dengan suamimu. 

Sesungguhnya ibu tidak meminta kepadamu agar melupakan ayah dan ibumu serta saudara-saudaramu, karena sesungguhnya mereka tidak akan melupakanmu selamanya, wahai sayangku. 

Bagaimana bisa seorang ibu melupakan belahan hatinya? 

Perangilah Kecemasan dengan Shalat

Kurasakan dosaku amat besar, tetapi manakala kubandingkan dengan ampunan-Mu ya Tuhanku, ternyata ampunan-Mu jauh lebih besar.

   Kaum muslimat generasi pertama telah mengenal bahwa shalat adalah hubungan antara seorang hamba dengan Tuhannya. Mereka menyadari bahwa yang beroleh keberuntungan dengan shalatnya hanyalah orang-orang yang mengerjakan dengan khusyu’ .

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.”

Sambungan Selang Cabang Tiga 5/16

   Mereka adalah kaum wanita yang rajin mengerjakan qiyam pada malam-malam harinya, beribadah kepada Tuhannya dengan khusyu’. 

Mereka mengenal betul bahwa bekal yang paling utama menuju ke negri akhirat dan sarana yang dapat membantu mereka manyampaikan dakwah kepada orang lain adalah shalat.

 Demikianlah karena shalat akan menganugrahkan kepada pelakunya kekuatan dan tekad untuk menghadapi berbagai kesulitan dan melampaui bermacam-macam kekerasan.

 Mereka mengetahui bahwa qiyamul lail termasuk amal pendekatan diri kepada Allah SWT yang paling utama, karena Allah SWT dalam khitab-Nya kepada Nabi SAW selaku da’i pertama telah berfirman:

“Dan pada sebagian malam hari shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS.51:17)

Allah SWT pun memuji orang yang melakukan qiamul lail melalui firman-Nya:
“Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam.” (QS.51:17)

Anas RA telah meriwayatkan bahwa ketika masuk masjid, Nabi SAW menjumpai tambang yang diikat diantara dua buah tiang Masjid, lalu beliau bertanya: “Untuk apa tambang ini?”

Mereka menjawab: “Tambang ini untuk Zaenab, bila kelelahan berdiri, dia berpegang padanya.”

Nabi SAW bersabda:
“Lepaskanlah tambang ini!, hendaklah seseorang diantara kalian shalat dengan berdiri bila masih kuat, dan bila telah lelah, hendaklah ia mengerjakannya dengan duduk!.”

Dobel Nepel 1/4*1/8

   Kalau demikian, berarti dahulu kaum wanita yang beriman memperketat diri mereka untuk melakukan ibadah demi meraih ridha Allah SWT.

 Adapun Nabi SAW telah memerintahkan kepada mereka untuk tidak membebani diri mereka lebih dari batas kesanggupannya, karena sebaik-baik ibadah adalah yang dilakukan dengan terus-menerus sekalipun ringan.

   Kita telah mengetahui bahwa kaum wanita masa kini memenuhi waktu mereka, baik pada malam hari maupun siang hari, dengan urusan duniawi.

 Alangkah baiknya sekiranya mereka, paling tidak mengerjakan shalat sunnah dua rakaat pada tengah malam, yang dengannya dia dapat mengalahkan godaan setan.

 Sebaik-baik perkara adalah yang paling ringan, dan binasalah orang yang berlebih-lebihan. Demikianlah menurut apa yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW sebanyak tiga kali


Percayalah kepada Allah jika anda seorang wanita yang benar dan sambutlah hari esok dengan gembira bila anda seorang wanita yang bertobat.

Artikel Menarik Lainnya:

Seni Memelihara Lisan

Jika bencana datang menimpa diriku, 
maka sesungguhnya aku setegar batu karang dalam menghadapi badai bencana. 

   Para ahli sejarah meriwayatkan bahwa suatu hari Khalid bain Yazid bin Mu’awiyah mendiskreditkan ‘Abdullah bin Zubair, musuh bebuyutan Bani Umayyah, dan mencapnya sebagai orang yang kikir.

 Tersebutlah bahwa istri Khalid, yaitu Ramlah binti Zubair, saudara perempuan ‘Abdullah bin Zubair, sedang duduk mendengar kata-kata suaminya dengan hanya menundukan kepalanya dan tidak mengucapkan sepatah kata pun.
 Khalid pun bertanya kepadanya: “Mengapa kamu tidak bicara? Apakah kamu setuju dengan apa yang ku katakan ataukah kamu tidak mau menyanggahku?”

   Ramlah menjawab: “Tidak ini dan tidak pula itu, tetapi wanita diciptakan bukan untuk ikut campur dengan urusan kaum lelaki. Kami diciptakan hanya sebagai hiburan untuk dicium dan dipeluk, maka apalah gunanya bagi kami ikut campur dalam urusan kalian?”
Mendengar jawaban istrinya, Khalid kagum, lalu ia mencium kening istrinya.

   Rasulullah SAW telah melarang dengan tegas membuka rahasia hubungan antara suami-istri. 
Imam Ahmad bin Hambal telah meriwayatkan melalui Asma binti Yazid yang telah menceritakan bahwa suatu hari ia berada dihadapan Rasulullah SAW bersama dengan banyak kaum lelaki dan kaum wanita yang semuanya duduk.

 Beliau SAW barsabda:
“Barangkali ada seorang lelaki yang menceritakan apa yang telah dilakukan bersama istrinya dan barangkali pula ada wanita yang menceritakan apa yang telah dilakukannya bersama suaminya.”

   Semua kaum yang hadir diam membisu dan tidak ada yang angkat bicara, lalu Asma’ binti Yazid berkata: “Wahai Rasulullah, benar! Demi Allah, sesungguhnya kaum wanita ini telah melakukannya dan begitu pula kaum lelakinya.”

   Rasulullah SAW bersabda: “Jangan kalian lakukan lagi. Sesungguhnya perumpamaan hal tersebut tiada lain sama dengan setan laki-laki yang bersua dengan setan perempuan di tengah jalan, lalu setan laki-laki itu menggaulinya, sedang orang-orang menyaksikannya.”

Sambung Selang Cabang Tiga 5/16

Sebagian Ulama tafsir menafsirkan firman-Nya:
“Sebab itu wanita yang shalih ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah memelihara (mereka).” (QS.4:34)

   Bahwa yang dimaksud dengan wanita-wanita yang memelihara dirinya adalah mereka yang memelihara hubungan antara mereka dan suami-suami mereka yang harus disembunyikan dan tidak boleh diceritakan, yaitu menyangkut masalah hubungan jasmani.

Hitunglah nikmat-nikmat Allah yang telah diberikan kepada anda daripada menyibukkan diri dengan menghitung-hitung kelelahan anda.

Artikel Menarik Lainnya:

Kebanyakan terjadinya problem berasal dari hal-hal yang sepele

Tidakkah kau lihat diriku setiap kukunjungi rumahnya ku temui dia menyambutku dengan baik meskipun keadaannya tidak baik 


   Sesungguhnya hal yang amat disayangkan bahwa banyak hal-hal sepele menimbulkan badai terhadap kesadaran ribuan macam orang, menghancurkan rumah tangga mereka, memecah belah persahabatan di antara sesama mereka, dan membiarkan mereka hidup di dunia ini dalam keadaan di rundung oleh kebingungan dan kekecewaan.

Vlugring 3/8*1/4

Dale Carnegie menjelaskan kesudahan parah yang di akibatkan oleh sikap memperturutkan kemauan terhadap hal-hal yang sepele ini melalui keterangan berikut:
 
“Sesungguhnya hal-hal kecil dalam kehidupan rumah tangga bisa saja mencabut kesadaran akal para suami-istri, sehingga berakibat mewabahnya separoh penyakit hati yang di derita oleh semua penduduk dunia.”

   Paling tidak hal-hal kecil tersebut menyebabkan timbulnya berbagai masalah rumah tangga yang telah di tegaskan oleh para ahli, sebagaimana yang dikemukakan oleh hakim Yoseph Sabath, salah seorang hakim Chicago, sesudah melakukan penelitian terhadap 40 ribu kasus perceraian:
 
“Sesungguhnya anda benar-benar akan menjumpai bahwa hal-hal yang sepele selamanya selalu berada di balik setiap kesengsaraan yang di alami dalam hubungan perkawinan.”

   Frank Hogan, seorang jaksa penuntut di kota New York, mengatakan bahwa sesungguhnya separoh kasus yang di ajukan ke peradilan kriminal mempunyai latar belakang karena hal-hal yang sepele, seperti pertengkaran antar anggota keluarga, hinaan yang sepintas, kata-kata yang melecehkan, atau isyarat yang mengejek.

Sambungan Selang Cabang Tiga 5/16

   Memang sedikit di antara kita yang mempunyai kepribadian yang tegar. Bertubi-tubinya hantaman yang mengarah pada jati diri, kebesaran dan kehormatan kita, merupakan penyebab yang melatar-belakangi separoh problema yang di derita oleh seluruh penduduk dunia.

Sesungguhnya nikmat paling besar yang harus dipelihara adalah kebaikan manakala dapat memenuhi jiwa dan membahagiakan keadaan.

Artikel Menarik Lainnya:

Hindarilah sikap mengeluh dan rasa tidak puas

Barang siapa yang takut mendaki gunung yang tinggi, Niscaya akan hidup selamanya di antara galian yang dalam. 

   Salah seorang di antara mereka yang banyak pengalaman mengatakan:
“Saat aku berusia antara 20 hingga 30-an tahun, aku terbiasa dengan sikap berang, tidak puas dan suka mengeluh, padahal saat- saat itu hidupku berlimpah dengan kesenangan. Demikian itu karena aku tidak mengetahui kebahagiaanku. Aku tidak mengetahui bahwa sebenarnya aku hidup bahagia."
   Sekarang saat kulampaui usia 60 tahun, kuketahui dengan yakin bahwa betapa bahagianya aku saat aku berada di usia 20 hingga 30-an tahunku.

 Akan tetapi, kesadaranku itu baru kurasakan sesudah nasi menjadi bubur, hingga tinggal kenangan semata, yaitu kenangan yang hanya tinggal penyesalan di masa kini.

 Seandainya aku menyadari hal tersebut pada saatnya, tentulah hidupku penuh dengan kegembiraan yang besar dan pastilah aku tidak pernah mengenal apa artinya keluhan atau rasa tidak puas saat usiaku berada di puncak kemudaanku yang begitu ceria.

 Aku juga pasti tidak akan menutupi kebahagiaanku yang sedang mekar-mekarnya itu, yang hanya baru dapat kurasakan saat sekarang, saat usiaku sudah layu.

   Oleh karena itu, kusarankan kepada para pembaca yang budiman: 
“Nikmatilah kebahagiaan anda dengan gembira dan penuh perasaan serta resapilah dengan segenap perasaan anda kesegarannya yang memekar di hadapan anda.

 Lupakanlah semuanya dan janganlah anda lihat sisi lainnya yang menampilkan kelemahan anda, sehingga anda menjadi mangsa bagi keadaan yang penuh dengan keluhan dan ketidak-puasan.
 Kalau anda tetap bersikap menunggu sehingga masa sekarang yang penuh kebahagiaan itu menjadi masa lalu. 
Anda pasti akan menangisinya dengan air mata. Anda akan melihat pada saatnya bahwa betapa bahagiaanya anda saat itu.

 Akan tetapi, anda tidak dapat merasakannya dan tidak dapat melihatnya dan tiada lain yang ada di hadapan anda sesudah segalanya berlalu, kecuali hanya penyesalan dan kesedihan yang anda reguk di penghujung usia anda yang sudah layu.

Seorang wanita dapat mengubah rumah tangga menjadi surga sebagaimana ia dapat pula mengubahnya menjadi neraka yang tak tertahankan

Artikel Menarik Lainnya:

Teman yang pesimistis akan mendatangkan kesusahan

Berapa banyak urusan yang berkesudahan dengan kegembiraan, padahal permulaanya terasa begitu menyedihkan

   Seseorang akan terpengaruh oleh perangai dan akhlaq orang yang ditemaninya. 

Apabila orang yang menjadi sahabat, teman hidup, kawan sekedudukan, atau teman sepergaulannya, adalah orang yang berwatak tenang, berwajah cerah, berjiwa periang, dan penuh dengan keoptimisan dalam hidupnya, sifat dan perangai yang baik ini pun akan mempengaruhi temannya.
   Sebaliknya, apabila teman sepergaulannya adalah seseorang yang berwajah murung, berwatak sulit, berpandangan pesimistis terhadap kehidupan, selalu cemas, lagi senantiasa gundah, maka sesungguhnya ia menebarkan kuman kecemasan yang hitam kepada temannya dan menularkan penyakit itu kepadanya.

   Dalam mencari teman, tidak selayaknya anda terbatas hanya dengan manusia saja. Demikianlah karena ada banyak buku serta berbagai program TV dan Radio, yang dapat anda jadikan teman.

 Di dalamnya terkandung hal-hal yang optimistis dan juga yang pesimistis, dan di dalamnya terkandung pula hal yang dapat menimbulkan kecemasan dan juga hal yang dapat menimbulkan ketenangan.

 Adapun peran buku-buku itu sendiri sama halnya dengan musim, ada musim semi dan adapula musim gugurnya. 

Apabila seseorang berhasil memilih bacaannya dengan baik dan menelaah buku-buku yang menggugah dirinya untuk bersikap optimistis dan menumbuhkan kecerahan dalam diri untuk menyambut kehidupan dan memacunya untuk berjuang meraih keberhasilan dan menanamkan rasa percaya diri, berarti dia telah berbuat baik kepada dirinya sendiri dan membukakan bagi kehidupannya berbagai wawasan yang dapat mendatangkan untuk dirinya hembusan angin segar penuh dengan aroma yang menyenangkan lagi begitu indah.
 Apabila seseorang salah dalam memilih bahan bacaannya sehingga ia membaca buku-buku yang dapat menimbulkan kecemasan, menanamkan keraguan terhadap norma-norma kebaikan, memunculkan rasa tidak percaya kepada orang lain, dan menumbuhkan sikap pesimistis terhadap kehidupan dan juga terhadap orang lain, maka sesungguhnya orang yang bersangkutan akan terpengaruh olehnya bagaikan kulit sehat yang tertulari oleh penyakit kurap. 

Adakalanya pula sikap tersebut akan mencemari kehidupanya sehingga membuatnya menjadi keruh.


Sesungguhnya jalan kebahagiaan berada di depan anda. 
Carilah ia melalui ilmu, amal shalih, dan akhlaq yang utama. 
Jadilah anda seorang yang bersikap sederhana dalam semua urusan, 
Niscaya anda akan beroleh kebahagiaan.

Artikel Menarik Lainnya:

Sebaik-baik perkara adalah yang paling pertengahan

   Bagi tiap-tiap keadaan pasti ada dampaknya dan adakalanya hal yang tidak engkau sukai akan memperlihatkan kepadamu hal yang kau sukai kesudahannya.

   Dr. Musthafa Mahmud (ahli Mikrobiologi, pent) telah mengatakan: 
“Aku merasa bahagia karena aku orang yang sederhana. Pemasukanku tidak berlebihan, kesehatanku wajar-wajar saja, kehidupanku sederhana, dan yang kumiliki dari segala sesuatu hanyalah sederhana saja. Dengan kata lain, dapat diartikan bahwa aku dituntut untuk mempunyai lebih banyak lagi motivasi dan motivasi itu sendiri adalah hidup. Motivasi dalam hati kami adalah kehangatan hidup kami yang sesungguhnya dan ia adalah modal utama yang dapat membangun kebahagiaan kami.”
   Sesungguhnya aku berdoa kepada Allah untuk pembaca beberapa baris kalimat semoga Allah menganugrahi kehidupan yang sederhana dan memberinya hal yang sederhana dari segala sesuatu. Inilah doa yang baik, demi Allah Yang Maha Besar.

   Ibuku tidak pernah mengerti filsafat, tetapi dia memiliki fitrah yang jernih sehingga dapat memahami makna ungkapan “Sebaik-baik perkara adalah yang paling pertengahan” sekali pun tidak pernah mempelajarinya.

 Dia mengungkapkannya dengan istilah yang sederhana, tetapi mampu memberikan gambaran yang jelas, yaitu “Berilah kecukupan” artinya sesuatu yang sedikit, tetapi mengandung barakah yang banyak.

Senyuman dusta merupakan gambaran nyata dari kemunafikan

Artikel Menarik Lainnya:

Berimanlah kepada taqdir yang baik dan yang buruk

Perbendaharaan qana’ah tidak akan mengkhawatirkan
 karena tidak memerlukan para penjaga atau para pengawal.

   Allah SWT telah berfirman:
“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri, melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu tidak berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu tidak terlalu gembira terhadap apa yang di beri-Nya kepadamu. Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS.57:22-23)

Sambungan Selang Cabang Tiga 1/4

    Allah SWT telah berfirman pula:
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS.2:216)

    Iman kepada qadha’ dan qadar mempunyai peran yang besar dalam menenangkan hati saat mengalami musibah, terlebih lagi bila hamba yang bersangkutan mengetahui secara tepat bahwa Allah SWT Maha Lembut kepada hamba-hamba-Nya.

 Bahwa Dia menghendaki kemudahan bagi mereka dan bahwa Dia Mahabijaksana lagi Maha Melihat. 
Dia menyimpan pahala untuk mereka di akhirat, maka Dia memberi kepada orang-orang yang sabar pahala mereka secara lengkap tanpa perhitungan.

 Bila kesabaran direnungkan dan diamalkan, adakalanya kesedihan karena musibah dan menahan deritanya, berbalik keadaannya menjadi kesenangan dan kebahagiaan, tetapi tidak semua orang mampu melakukan hal tersebut.

   Berikut langkah-langkah yang dapat anda tempuh untuk meringankan bencana dan musibah serta membuatnya mudah untuk dapat diterima oleh diri.

Dobel Sok 3/8*3/8

  1.  Gambarkanlah adanya musibah yang jauh lebih besar daripada apa yang menimpa diri anda dan lebih buruk kesudahannya.
  2.  Renungkanlah keadaan yang dialami oleh orang yang tertimpa musibah yang jauh lebih besar dan lebih keras daripada musibah yang menimpa anda.
  3.  Lihatlah nikmat dan kebaikan yang telah anda peroleh, sedang banyak orang lain yang terhalang dari mendapatkannya.
  4.  Janganlah anda menyerah pada perasaan terpuruk yang biasanya mengiringi musibah.

Allah SWT telah berfirman:
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS.94:6)


Salah satu hal yang dapat membahagiakan jiwa orang lain adalah senyuman tulus yang muncul dari hati yang paling dalam.

Artikel Menarik Lainnya:

Ads

Populer