Teman yang pesimistis akan mendatangkan kesusahan

Berapa banyak urusan yang berkesudahan dengan kegembiraan, padahal permulaanya terasa begitu menyedihkan

   Seseorang akan terpengaruh oleh perangai dan akhlaq orang yang ditemaninya. 

Apabila orang yang menjadi sahabat, teman hidup, kawan sekedudukan, atau teman sepergaulannya, adalah orang yang berwatak tenang, berwajah cerah, berjiwa periang, dan penuh dengan keoptimisan dalam hidupnya, sifat dan perangai yang baik ini pun akan mempengaruhi temannya.
   Sebaliknya, apabila teman sepergaulannya adalah seseorang yang berwajah murung, berwatak sulit, berpandangan pesimistis terhadap kehidupan, selalu cemas, lagi senantiasa gundah, maka sesungguhnya ia menebarkan kuman kecemasan yang hitam kepada temannya dan menularkan penyakit itu kepadanya.

   Dalam mencari teman, tidak selayaknya anda terbatas hanya dengan manusia saja. Demikianlah karena ada banyak buku serta berbagai program TV dan Radio, yang dapat anda jadikan teman.

 Di dalamnya terkandung hal-hal yang optimistis dan juga yang pesimistis, dan di dalamnya terkandung pula hal yang dapat menimbulkan kecemasan dan juga hal yang dapat menimbulkan ketenangan.

 Adapun peran buku-buku itu sendiri sama halnya dengan musim, ada musim semi dan adapula musim gugurnya. 

Apabila seseorang berhasil memilih bacaannya dengan baik dan menelaah buku-buku yang menggugah dirinya untuk bersikap optimistis dan menumbuhkan kecerahan dalam diri untuk menyambut kehidupan dan memacunya untuk berjuang meraih keberhasilan dan menanamkan rasa percaya diri, berarti dia telah berbuat baik kepada dirinya sendiri dan membukakan bagi kehidupannya berbagai wawasan yang dapat mendatangkan untuk dirinya hembusan angin segar penuh dengan aroma yang menyenangkan lagi begitu indah.
 Apabila seseorang salah dalam memilih bahan bacaannya sehingga ia membaca buku-buku yang dapat menimbulkan kecemasan, menanamkan keraguan terhadap norma-norma kebaikan, memunculkan rasa tidak percaya kepada orang lain, dan menumbuhkan sikap pesimistis terhadap kehidupan dan juga terhadap orang lain, maka sesungguhnya orang yang bersangkutan akan terpengaruh olehnya bagaikan kulit sehat yang tertulari oleh penyakit kurap. 

Adakalanya pula sikap tersebut akan mencemari kehidupanya sehingga membuatnya menjadi keruh.


Sesungguhnya jalan kebahagiaan berada di depan anda. 
Carilah ia melalui ilmu, amal shalih, dan akhlaq yang utama. 
Jadilah anda seorang yang bersikap sederhana dalam semua urusan, 
Niscaya anda akan beroleh kebahagiaan.

Artikel Menarik Lainnya:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ads

Populer