Perangilah Kecemasan dengan Shalat

Kurasakan dosaku amat besar, tetapi manakala kubandingkan dengan ampunan-Mu ya Tuhanku, ternyata ampunan-Mu jauh lebih besar.

   Kaum muslimat generasi pertama telah mengenal bahwa shalat adalah hubungan antara seorang hamba dengan Tuhannya. Mereka menyadari bahwa yang beroleh keberuntungan dengan shalatnya hanyalah orang-orang yang mengerjakan dengan khusyu’ .

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.”

Sambungan Selang Cabang Tiga 5/16

   Mereka adalah kaum wanita yang rajin mengerjakan qiyam pada malam-malam harinya, beribadah kepada Tuhannya dengan khusyu’. 

Mereka mengenal betul bahwa bekal yang paling utama menuju ke negri akhirat dan sarana yang dapat membantu mereka manyampaikan dakwah kepada orang lain adalah shalat.

 Demikianlah karena shalat akan menganugrahkan kepada pelakunya kekuatan dan tekad untuk menghadapi berbagai kesulitan dan melampaui bermacam-macam kekerasan.

 Mereka mengetahui bahwa qiyamul lail termasuk amal pendekatan diri kepada Allah SWT yang paling utama, karena Allah SWT dalam khitab-Nya kepada Nabi SAW selaku da’i pertama telah berfirman:

“Dan pada sebagian malam hari shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS.51:17)

Allah SWT pun memuji orang yang melakukan qiamul lail melalui firman-Nya:
“Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam.” (QS.51:17)

Anas RA telah meriwayatkan bahwa ketika masuk masjid, Nabi SAW menjumpai tambang yang diikat diantara dua buah tiang Masjid, lalu beliau bertanya: “Untuk apa tambang ini?”

Mereka menjawab: “Tambang ini untuk Zaenab, bila kelelahan berdiri, dia berpegang padanya.”

Nabi SAW bersabda:
“Lepaskanlah tambang ini!, hendaklah seseorang diantara kalian shalat dengan berdiri bila masih kuat, dan bila telah lelah, hendaklah ia mengerjakannya dengan duduk!.”

Dobel Nepel 1/4*1/8

   Kalau demikian, berarti dahulu kaum wanita yang beriman memperketat diri mereka untuk melakukan ibadah demi meraih ridha Allah SWT.

 Adapun Nabi SAW telah memerintahkan kepada mereka untuk tidak membebani diri mereka lebih dari batas kesanggupannya, karena sebaik-baik ibadah adalah yang dilakukan dengan terus-menerus sekalipun ringan.

   Kita telah mengetahui bahwa kaum wanita masa kini memenuhi waktu mereka, baik pada malam hari maupun siang hari, dengan urusan duniawi.

 Alangkah baiknya sekiranya mereka, paling tidak mengerjakan shalat sunnah dua rakaat pada tengah malam, yang dengannya dia dapat mengalahkan godaan setan.

 Sebaik-baik perkara adalah yang paling ringan, dan binasalah orang yang berlebih-lebihan. Demikianlah menurut apa yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW sebanyak tiga kali


Percayalah kepada Allah jika anda seorang wanita yang benar dan sambutlah hari esok dengan gembira bila anda seorang wanita yang bertobat.

Artikel Menarik Lainnya:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ads

Populer