Hari yang penuh barakah

Bersabarlah bila bencana datang menimpa, niscaya Tuhan akan mendatangkan jalan keluarnya

   Bila anda usai mengerjakan shalat shubuh, cobalah untuk duduk dengan khusyu’ menghadap ke arah kiblat selama beberapa menit atau seperempat jam seraya memperbanya dzikir dan doa. 
Mintalah kepada Allah hari yang indah, hari yang baik lagi berbarakah, dan hari yang bahagia. 

   Mohonlah kepada-Nya hari yang mengandung kesuksesan, kebaikan dan keberuntungan, hari tanpa bencana, tanpa krisis dan tanpa problem. 
Mintalah kepada-Nya hari yang rizkinya subur, kebaikannya berlimpah dan pemaafannya menyeluruh, hari yang tiada kekeruhan, tiada kesedihan dan tiada kecemasan di dalamnya. 
Hanya dari sisi Allahlah diminta kegembiraan dan dari sisi-Nyalah diminta rizki. 
Untuk itu, anda diminta agar membuat persiapan guna menyambut hari yang baik, berbarakah, lagi bermanfaat ini.

   Di antara hal yang di anjurkan bila anda melakukan pekerjaan atau sedang duduk adalah hendaklah anda mendengar sesuatu dari Kitabullah, baik dari kaset maupun dari radio yang bacaannya dilakukan seorang qari’ yang patuh, khusyu’ lagi merdu suaranya. 
Dia memperdengarkan kepada anda sebagian dari ayat-ayat Allah SWT yang ada dalam kitab-Nya dan anda mendengarkannya dengan penuh perhatian dan khusyu’. 

   Maka akan menjadi bersihlah hati anda dari kekeruhan, keraguan dan kecurangan yang mencemarinya, lalu anda akan menjadi lebih baik keadaannya dan lebih lapang dadanya daripada sebelumnya. 

Mengenal Allah Yang Maha Pemurah akan melenyapkan kesedihan

Apabila kecintaanmu benar, maka semuanya akan terasa mudah dan semua yang ada di atas tanah akan berpulang menjadi tanah lagi.

   Allah… adalah Yang Maha Dermawan diantara pada dermawan dan Maha Mulia diantara mereka yang mulia. 
Dia pemberi hamba-Nya lebih dari apa yang di angan-angankannya sebelum sang hamba meminta kepada-Nya. 

   Dia membalas amal sekecil apapun dan mengembangkannya dan mengampuni banyak kesalahan serta menghapuskannya. 
Semua yang ada di langit dan di bumi meminta kepada-Nya.
Setiap hari Dia berada dalam kesibukan. 
Tiada suatu pendengaran pun yang dapat menyibukan-Nya sehingga Dia melalaikan pendengaran yang lain. 
Dia tidak pernah keliru meskipun banyak permintaan yang diajukan dan tidak pernah merasa bosan dengan desakan orang-orang yang meminta.
Bahkan Dia menyukai orang yang berdesak dalam permintaannya dan menyukai bila diminta, bahkan murka bila tidak diminta. 
Dia malu kepada hamba-Nya meskipun sang hamba tidak merasa malu kepada-Nya.

   Dia memaafkan hamba-Nya meskipun sang hamba tidak memaafkan dirinya sendiri, dan mengasihani hamba-Nya meskipun sang hamba tidak mengasihani dirinya sendiri. 
Bagaimana hati semua makhluk tidak mencintai Dzat yang tiada yang dapat mendatangkan kebaikan, selain Dia dan tiada yang dapat melenyapkan keburukan, selain Dia. 

Tiada yang memperkenankan do’a-do’a, yang menyingkirkan semua hambatan, yang mengampuni semua kesalahan, yang memaafkan semua kekurangan, yang menghapuskan semua kesulitan, yang menolong orang-orang yang minta tolong, dan yang memberikan semua karunia, kecuali hanya Dia.

   Allah… Dzat yang lebih luas pemberian-Nya, lebih banyak kasih sayang-Nya, lebih dermawan pemberian-Nya, lebih kuat perlindungan-Nya, dan lebih mencukupi hamba yang bertawakkal kepada-Nya. 

    Kasih sayang-Nya kepada hamba-Nya lebih besar daripada kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. 
Dia lebih senang dengan tobat hambanya daripada seseorang yang kehilangan unta kendaraan yang membawa makanan dan minumannya di tengah padang sahara yang membinasakan, kemudian manakala ia putus asa untuk dapat bertahan hidup, tiba-tiba menemukan kembali unta kendaraannya itu.

Beberapa ayat dan pencerahan

Sesungguhnya aku melihat melalui pengalaman masa-masa lalu bahwa kesabaran itu mempunyai kesudahan yang terpuji. 

Allah SWT telah berfirman dalam beberapa ayat berikut:
“Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS.65:7)

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersikap siaga (diperbatasan negrimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (QS.3:200) 

“Berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sebar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: ‘Innaa lillahi wa innaa ilaihi rooji’uun.’” (QS.2:155-156)

“Dialah yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya.” (QS.42:28) 

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS.39:10)

Allah SWT pun telah berfirman menyitir do’a yang di ucapkan oleh Dzun Nuun (Yunus AS):
“Tak ada Tuhan (yang berhak disembah), selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zhalim.” (QS.21:87) 

   Inilah Al-Qur’an yang menyeru anda untuk berbahagia, tenang, percaya kepada Tuhan anda, dan menerima janji Allah yang benar dengan dada yang lapang. Allah tidak menciptakan makhluk-Nya untuk mengadzab mereka, kecuali menyepuh, membersihkan dan mendidik mereka. Kasih sayang Allah kepada manusia jauh lebih besar daripada kasih sayang ibu bapaknya kepadanya. Oleh karena itu, carilah rahmat, hiburan dan ridha dari Allah SWT, yaitu dengan berdzikir menyebut-Nya, bersyukur kepada-Nya, membaca kitab-Nya dan mengikuti tuntunan Rasul-Nya SAW.


Persiapkanlah diri anda untuk mengantisipasi hal-hal yang paling buruk, maka akibatnya nanti anda akan selalu merasa baik.

Artikel Menarik Lainnya:


Lebih baik mati daripada melakukan hal yang haram

Jangan engkau mengeluh jika suatu hari mengalami kesulitan, karena sesungguhnya anda pun pernah mengalami kemudahan dalam waktu yang cukup lama. 

   Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin ‘Umar bin Khatab RA disebutkan kisah tiga orang lelaki yang menginap di dalam sebuah gua, kemudian ada sebuah batu besar jatuh dari atas bukit dan menutup pintu gua tempat mereka berada di dalamnya. Mereka pun berwasilah kepada Allah agar menyelamatkan mereka. 
Untuk itu, mereka menyebutkan amal kebaikannya masing-masing. Orang yang kedua dari mereka menyebutkan dalam doanya: 

“Ya Allah, dahulu aku punya seorang sepupu, anak perempuan paman, yang sangat ku cintai sebagaimana kecintaan seorang lelaki kepada wanita. 
Aku ingin menggauli dirinya, tetapi ia menolak ajakanku. Suatu saat tibalah musim paceklik dan ia mengalami kelaparan. 
Ia datang kepadaku meminta tolong dan ku tawarkan kepadanya uang sebanyak 120 dinar dengan syarat dia membiarkan diriku menikmati tubuhnya. 
Tiada jalan lain baginya, kecuali memenuhi permintaanku, hingga ketika aku berhasil menguasainya, dalam riwayat lain disebutkan, saat aku telah berada diantara kedua kakinya, ia berkata: 
‘Takutlah kamu kepada Allah, Janganlah kamu membuka cincin, kecuali dengan alasan yang hak…’ 

   Ternyata gadis ini adalah seorang wanita yang bertaqwa kepada Allah. 
Pada mulanya ia menolak membiarkan dirinya diajak bersetubuh, tetapi setelah keadaannya lemah karena kefakirannya, ia terpaksa meluluskan permintaan sepupunya itu. 
Akan tetapi, sebelum segala sesuatunya terjadi, ia mengingatkan sepupunya yang telah dikuasai oleh birahinya agar bertaqwa kepada Allah dan menggugah perasaan keimanannya, bahwa jika ia manginginkannya, hendaknya mengawininya secara halal dan tidak melakukannya secara zina. 

Ternyata sepupu laki-lakinya itu tergugah dan bertobat kepada Allah SWT, dan adalah hal tersebut merupakan penyebab yang menggerakkan batu besar itu bergeser sebagian dari mulut gua pada hari mereka tersekap di dalamnya.




Wanita bagaikan bintang-bintang yang gemerlapan di kegelapan langit

Jika engkau tertimpa bencana masa, maka mohonlah pertolongan kepada Yang Maha Esa lagi Maha Kuasa.

   Wanita muslim yang shalih adalah wanita yang pandai mempergauli suaminya dengan baik dan taat kepadanya sesudah taat kepada Tuhannya. 
Rasulullah SAW memuji wanita yang berpekerti demikian dan menjadikannya sebagai wanita ideal yang pantas diperebutkan oleh lelaki untuk dijadikan istrinya. 
Rasulullah SAW pernah ditanya: “Siapakah wanita yang paling baik?”

   Beliau (Rasulullah SAW) menjawab: 
“Yaitu wanita yang menyenangkan suami bila suaminya memandangnya, taat kepada suami bila suaminya memerintahnya, tidak pernah menentang bila dirinya diinginkan suaminya, dan tidak pernah menggunakan harta suaminya untuk hal yang tidak disukainya.”

   Ketika Allah menurunkan firman-Nya:
“…dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak,” (QS.9:34)

‘Umar RA pergi, kemudian diikuti oleh Tsauban RA. 
‘Umar menemui Nabi SAW, lalu bertanya: 
“Wahai Nabi Allah, sesungguhnya ayat ini terasa berat oleh sahabat-sahabatmu.”

   Nabi SAW menjawab: 
“Maukah kuberitahukan kepada kamu tentang sebaik-baik simpanan seseorang? Yaitu wanita shalih yang bila suaminya memandangnya, menyenangkan suaminya, bila suami memerintahkan kepadanya, ia menaatinya, dan bila suaminya tidak ada ditempat, ia memelihara kehormatannya.”

   Rasulullah SAW mensyaratkan masuknya seorang wanita ke dalam surga dengan keridhaan suaminya. 
Diriwayatkan dari Ummu Salamah RA yang telah mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: 
“Wanita mana pun yang meninggal dunia, sedang suaminya ridha’ kepadanya, niscaya ia akan masuk surga.”
Untuk itu, jadilah diri anda wanita itu, niscaya anda akan bahagia.

Anggaplah setiap hari sebagai usia yang baru

Jika engkau berjuang meraih kemuliaan, janganlah puas dengan cita-cita yang masih berada di bawah bintang.

   Sesungguhnya menjauh dari Allah tidak akan membuahkan, kecuali hanya kepahitan. 
Anugrah kecerdasan, kekuatan, kecantikan dan pengetahuan anda semuanya, akan berubah menjadi bencana dan musibah bila anda terlucuti dari taufiq Allah dan tidak mendapatkan barakah-Nya.
 Karenanya, jauh sebelum itu Allah memperingatkan manusia akan kesudahan yang mengerikan lagi mengejutkan ini.

   Adakalanya saat anda sedang berjalan, tiba-tiba ada mobil tak terkendali, kemudian meluncur menuju ke arah anda seakan-akan hendak melumat diri anda dan menghabisi nyawa anda. 
Dalam keadaan seperti ini, anda tentu harus menyelamatkan diri dan menghindar dengan cepat. 
Allah juga bermaksud memberitahukan kepada hamba-hamba-Nya bila mereka menghadapi tikungan-tikungan maut seperti ini dan memerintahkan kepada mereka untuk mencari jalan selamat dengan kembali kepada-Nya semata sesegera mungkin.

   “Maka segeralah kembali kepada (menaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain disamping Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.” (QS.51:50-51)

   Hal ini merupakan sikap tobat seorang hamba yang menuntutnya untuk memperbaharui dirinya, kembali menata kehidupannya, dan membangun kembali hubungan dengan Tuhannya secara lebih baik dan penuh konsekuensi. 
Ia juga berjanji akan lebih keras lagi untuk beramal baik sebagaimana yang dipesankan dalam doa berikut:

   “Ya Allah, sesungguhnya engkau adalah Tuhanku, tiada Tuhan yang berhak di sembah, selain Engkau. Engkau telah menciptakan diriku, aku adalah hamba-Mu dan telah berjanji untuk menaati-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada Engkau dari keburukan hal yang telah kulakukan. Aku mengakui semua nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku dan aku mengakui pula dosa-dosa yang telah kulakukan. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni dosa-dosa, selain Engkau.”

Apabila semua jalan telah buntu

Apabila semua jalan terasa buntu oleh anda, maka pikirkanlah janji yang ada dalam Alam Nasyrah (surat Al-Insyirah)

Ibnul Juzi telah mengatakan sebagai berikut:
“Pernah suatu perkara membuatku terasa sempit hingga aku dirundung oleh kecemasan yang tiada hentinya.

Aku kerahkan semua kemampuan berpikirku untuk mengusir kesedihan ini dengan semua cara dan semua sarana yang ku mempui. 
Akan tetapi, aku tidak melihat adanya jalan untuk membebaskan diriku darinya. 

Akupun teringat akan firman-Nya yang mengatakan:
“Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (QS.65:2)

   Akhirnya, aku menyadari bahwa hanya taqwalah yang dapat membebaskan diriku dari segala kesusahan. 
Tidak lama kemudian, begitu aku mulai merealisasikan taqwa, ternyata aku menemukan jalan keluar.”

   Menurut hemat saya, taqwa menurut orang-orang yang berakal merupakan penyebab segala kebaikan.
 Tidaklah sekali-kali terjadi siksaan, melainkan karena dosa, dan tidaklah sekali-kali siksaan dihilangkan, melainkan karena tobat. 
Kekeruhan, kesedihan dan kesengsaraan, tiada lain merupakan balasan dari berbagai perbuatan yang telah kulakukan, seperti sembrono dalam mengerjakan shalat, mengumpat wanita muslimah, meremehkan hijab, atau melakukan hal yang diharamkan.

   Sesungguhnya orang yang melanggar manhaj Allah harus membayar harga kesembronoannya dan menutupi nota kealpaannya. 
Yang menciptakan kebahagiaan adalah Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang, maka mengapa anda mencari kebahagiaan dari selain-Nya? 
Seandainya manusia memiliki kebahagiaan, tentulah tiada seorang pun di muka bumi ini yang hidup miskin, sedih atau gelisah.

Jalan menuju Allah adalah sebaik-baik jalan

Adakalanya jiwa ini mengeluh karena musibah yang menimpanya, padahal ada jalan keluarnya semudah membuka ikatan

  Apakah yang disebut bahagia? 
Apakah bahagia itu ada pada harta ataukah pada kedudukan dan keturunan? 
Jawabannya beragam. 
Akan tetapi, marilah kita perhatikan kebahagiaan yang dialami oleh seorang wanita yang di sebutkan dalam kisah berikut:

Seorang lelaki bertengkar dengan istrinya.
 
Suami berkata: “Sungguh aku akan membuatmu menderita.”

Istrinya menjawab dengan tenang: “Kamu tidak akan mampu.”

Suami bertanya kepadanya: “Bagaimana bisa demikian?”

Istrinya menjawab: “Seandainya bahagia itu terletak pada harta, niscaya engkau dapat mengharamkannya dariku, atau jika terletak pada perhiasan, niscaya engkau dapat mencegahku darinya. Akan tetapi, tiada sesuatu pun yang engkau dan orang lain dapat memilikinya. Sesungguhnya kebahagiaanku berada dalam imanku, imanku berada dalam kalbuku, dan kalbuku tiada seorang pun yang dapat menguasainya, kecuali hanya Tuhanku.”

   Inilah yang disebut kebahagiaan yang sesungguhnya, yaitu kebahagiaan iman. 
Tiada yang dapat merasakan kebahagiaan ini, kecuali hanya orang yang kalbunya telah dikuasai oleh cinta kepada Allah hingga masuk ke bagian yang paling dalam dan begitu pula jiwa dan pikirannya. Pada hakikatnya, yang memiliki kebahagiaan adalah Tuhan Yang Maha Esa. 
Oleh karena itu, carilah kebahagiaan dengan taat kepada-Nya. 
Sesungguhnya satu-satunya jalan untuk meraih kebahagiaan tiada lain hanyalah dengan mengenal agama yang benar yang telah di utuskan kepada Rasulullah SAW untuk menyampaikannya.

   Barang siapa yang telah mengenal jalan ini, maka tidak akan terhalang darinya bila ia tidur di rumah sederhana atau tidur di bawah emper toko atau merasa cukup dengan sepotong roti, untuk menjadi manusia yang paling bahagia di dunia. 
Berbeda halnya dengan orang yang sesat dari jalan ini, maka usianya akan di penuhi dengan kesedihan, hartanya menjadi penghalang, ilmunya mendatangkan kerugian, dan kesudahannya adalah beroleh kehinaan dan kekecewaan.


Sesungguhnya kita memerlukan harta untuk hidup, tetapi bukan berarti kita harus hidup demi harta.

Artikel Menarik Lainnya:

Mereka bukanlah orang-orang yang hidup bahagia

Hai bencana, kerahkanlah semua kemampuanmu. Kamu pasti akan lenyap. Kini telah tiba saatnya bagi kegelapanmu untuk hengkang menjadi terang.

   Jangan tunjukan pandangan ada pada orang-orang kaya yang berlimpah harta dan berfoya-foya dalam hidupnya, karena pada hakikatnya, realita kehidupan mereka patut dikasihani dan tidak menggembirakan. 
Ada sebagian orang yang perhatiannya hanya tertuju pada pola hidup yang berlebihan dan tenggelam dalam kesenangan dan hobinya. 
Mereka kerahkan semua kemampuannya untuk mencari kesenangan dan memburu apa yang dimaui oleh hawa nafsunya, baik yang halal maupun yang haram.

   Mereka bukanlah orang-orang yang bahagia. Mereka tiada lain hidup dalam penderitaan, kesusahan, kesedihan dan kecemasan. 
Setiap orang yang menyimpang dari manhaj Allah dan setiap orang yang berbuat durhaka kepada Allah, pada hakikatnya sama sekali tidak merasa bahagia.

   Jangan anda kira bahwa orang-orang kaya yang berlimpah harta dan hidup berlebihan, mereka hidup dalam kesenangan dan kegembiraan. 
Tidak demikian. Bahkan sebagian orang-orang fakir yang tinggal dirumah-rumah sederhana, keadaan mereka jauh lebih bahagia daripada mereka yang hidup bergelimangan dalam kesenangan. 
Berpakaian kain sutra, dan tinggal di gedung-gedung yang mewah. 

   Demikian itu karena wanita yang fakir tetapi beriman, ahli ibadah dan ahli zuhud, lebih bahagia keadaannya daripada wanita yang menyimpang lagi sesat dari manhaj Allah.


Sesungguhnya kebahagiaan itu ada dalam diri anda sendiri. Karenanya, sudah seharusnya anda mengerahkan jerih-payah anda untuk memperbaiki diri sendiri.

Artikel Menarik Lainnya:

Ingatlah selalu air mata yang tercurahkan dan hati yang terluka

“Tidakkah engkau lihat bahwa malam itu bila telah sempurna kegelapannya, pasti akan datanglah pagi hari dengan cahaya…”

   Jika anda telah mengetahui bahwa anda telah mengambil janji dari masa, bahwa anda akan mendapatkan apa yang diinginkan dalam semua urusan dan juga dalam semua tahapan usia anda,
dan bahwa masa tidak akan memberi anda, kecuali apa yang anda sukai dan apa yang anda dambakan, maka mengapa anda mesti hanyut dalam kesedihan bila ada sesuatu yang sangat diperlukan terlewatkan dari anda dan ada suatu kebutuhan yang anda tuntut, sulit di dapatkan?

   Jika anda telah mengetahui karakter pengambilan dan pengembalian, pemberian dan pencegahan yang dilakukan oleh hari-hari yang anda lalui,
 dan bahwa hari-hari itu tidak pernah melupakan suatu anugrah yang telah diberikannya, melainkan ia akan kembali mengambilnya dari anda,
dan memang demikianlah ketentuan dan karakter masa terhadap semua Bani Adam,

baik bagi yang tinggal didalam istana maupun yang tinggal dirumah sederhana, baik bagi orang yang telah meraih puncak keberhasilannya maupun bagi orang awan yang sederhana hidupnya, maka rendahkanlah tensi kesedihan anda dan usaplah air mata anda. 

Sesungguhnya anda bukanlah manusia pertama yang dikenal cobaan masa dan bencana yang menimpa diri anda bukanlah suatu hal yang baru dalam lembaran musibah dan kesedihan.

Ads


Populer