Tenanglah ! segala sesuatu terjadi sesuai dengan qadha’ dan qadar

Tiada suatu kegembiraan pun yang engkau rasakan bersifat kekal dan tiada gunanya bersedih hati, karena ia tidak akan mengembalikan orang yang tiada kepadamu. 

   Di antara keterangan yang dikemukakan oleh Dale Carnegie sebagai ganti dari iman kepada qadha dan qadar adalah bahwa pernah seorang lelaki meminta kepada seorang yang terluka untuk bersikap membandel terhadap rasa sakit yang dideritanya, sebagaimana sikap kerbau dan batang kurma bila terluka. 
Resep yang disarankan oleh Dale Cornegie dapat dimanfaatkan mengingat dia belum mengenal cara pengobatan yang ada pada kita.

Berikut mari kita dengar pengakuannya:
   Sekali aku pernah bersikap menolak untuk menerima kenyataan pahit yang tak dapat kuelakkan. Karena kebodohanku, akhirnya aku berpaling, emosi, marah, dan mengubah malam-malam hariku menjadi neraka yang membuatku susah tidur. 
Setelah berlalu masa satu tahun yang penuh dengan siksaan batin, akhirnya aku menuruti kemauan realita pahit ini yang sudah kualami sejak semula karena tiada jalan untuk mengubahnya.

   Alangkah baiknya kalau aku sejak semula mengulang-ulang ucapan penyair Walt Hewittman yang telah mengatakan:
   Alangkah indahnya bila kuhadapi kegelapan, hujan , kelaparan, segala macam musibah, kedudukan, cacian dan teguran sebagaimana yang dihadapi oleh hewan dan sebagaimana yang telah dihadapi oleh batang-batang pohon.

   Sesungguhnya, aku pernah menghabiskan masa 12 tahun dari usiaku hidup bersama dengan hewan ternak, ternyata aku belum pernah melihat sapi yang bersedih karena lahan rumputnya terbakar, atau karena kekeringan sebab langkanya hujan, atau karena pejantannya pergi meninggalkannya dan merayu betina yang lain. 
Hewan menghadapi kegelapan, badai dan kelaparan dengan sikap yang teduh lagi tenang, oleh karena itulah, jarang hewan yang mengalami depresi mental atau menderita infeksi pencernaan.”

Kenanglah semua kesuksesan dan kegembiraan serta lupakanlah semua bencana dan musibah

Artikel Menarik Lainnya:

Hanya wanita bahagialah yang dapat membahagiakan orang-orang disekitarnya

Engkau tetap seorang yang bersebutan tinggi, Baik saat hidup maupun sesudah mati. Engkau benar-benar salah satu mukjizat. 

   Oryzon Sweat mengatakan: Beruntunglah Napoleon Bonaparte karena dia telah memilih putri Yosephine menjadi teman hidupnya sebelum menjabat sebagai panglima tertinggi dan menghadapi berbagai macam tantangan ekspansi penaklukan.


 Yosephine dengan tutur katanya yang lembut dan kepribadiannya yang manis, ternyata mempunyai pengaruh yang lebih memikat dalam menghasilkan dukungan bagi suaminya dari para bawahannya ketimbang ketulusan pengabdian puluhan lelaki.

 Dia menebar kebahagiaan kepada orang-orang yang ada disekitarnya. Dia tidak pernah menggunakan kata perintah secara langsung hingga dengan pelayan sekalipun.

   Yosephine menjelaskan sikapnya ini dengan keterangan yang indah saat ia bertutur kepada salah seorang teman wanitanya:
“Aku tidak pernah menggunakan ungkapan ‘aku ingin’, melainkan hanya dalam satu kesempatan, yaitu saat aku katakan ‘aku ingin agar semua orang yang ada di sekitarku bahagia’.

   Seorang penyair Inggris seakan-akan menunjukan pujiannya kepada Yosephine saat mengatakan:
“Sesungguhnya suatu pagi hari yang bahagia lagi cerah dia berlalu di sebuah jalan, maka menebarlah kemuliaan pagi hari itu sampai sepanjang siang harinya.”

   Pada kenyataannya, wahai temanku, sifat yang lembut itu dapat menebar kebahagiaan di kalangan kita dan juga orang-orang yang ada di sekitar kita sehingga benda mati pun dapat merasakannya. 
Sikap yang lembut merupakan keindahan normatif yang tiada batasnya.

 Kalau di umpamakan dengan lelaki, ia akan mempunyai kedudukan yang sama dengan fungsi kecantikan bagi wanita. 
Adapun sifat lembut bagi wanita sendiri, maka ia akan menambah kecantikannya menjadi berlipat ganda.

Bahagiakah wanita yang mempertontonkan kecantikannya kepada anjing-anjing yang berwujud manusia dan memamerkan keelokan tubuhnya kepada serigala-serigala yang berwujud manusia?

Artikel Menarik Lainnya:

Bukankah Allah lebih layak untuk disyukuri daripada yang lain?

Tiada suatu kesusahan pun, melainkan pasti akan ada akhirnya, dan tiada suatu keadaan pahit pun yang dialami oleh seseorang, melainkan akan datang sesudahnya keadaan lainnya yang manis. 

    Berterima kasih kepada Allah SWT adalah resep yang paling indah dan paling mudah untuk meraih kebahagiaan dan menghindari depresi, karena dengan berterima kasih kepada Allah, berarti anda membayangkan kembali berbagai nikmat yang telah diberikan-Nya kepada anda, sehingga anda akan merasa bahagia sesuai dengan kadar nikmat yang telah anda miliki.

    Dahulu salah seorang ulama salaf shalih pernah mengatakan:
“Jika anda ingin mengenal nikmat Allah yang ada pada diri anda, pejamkanlah kedua mata anda!”

    Renungkanlah berbagai macam nikmat Allah yang ada pada diri anda, seperti pendengaran, penglihatan, akal, agama, keturunan, rizki dan kesenangan yang baik.

    Sesungguhnya ada sebagian wanita yang memandang sebelah mata semua nikmat yang dimilikinya, padahal seandainya dia membuka matanya lebar-lebar melihat wanita lainnya yang hidup dihimpit kefakiran, kemiskinan, kesengsaraan, didera oleh penyakit, terlantar dan tertimpa musibah, tentulah dia akan berterima kasih kepada Allah SWT atas nikmat yang telah Dia berikan kepadanya, meskipun ia tinggal di kemah yang sederhana, di rumah gubug, atau dibawah pohon di tengah sahara.

    Panjatkanlah puji dan syukur anda kepada Allah yang telah melimpahkan semua nikmat ini. 
Bandingkanlah keadaan anda dengan wanita-wanita lain yang mengalami musibah pada fisiknya, akalnya, pendengarannya, atau anak-anaknya, padahal jumlah mereka diseluruh dunia cukup banyak.

Sejukkanlah hati wanita yang ditinggal mati anaknya dengan kalimat yang baik dan hapuskanlah air mata orang-orang yang hidup sengsara dengan memberikan santunan yang layak untuknya.

Artikel Menarik Lainnya:

Kebahagiaan tidak ada kaitannya dengan kaya dan miskinnya seseorang

Kedamaianku dipertakuti oleh bergulirnya masa, Padahal berapa banyak hal yang menakutkan ternyata tidak ada buktinya. 


   Bernard Shaw dalam pengakuannya mengatakan: “Jika kukatakan bahwa diriku memang pernah mengalami hidup miskin yang sesungguhnya, tentu tiada seorang pun yang akan percaya. 
Sebelum aku dapat mencari penghidupan dengan penaku sebagai penulis, aku mempunyai sebuah perpustakaan besar yang boleh dibilang sebagai perpustakaan umum di museum Britania. 
Aku juga mempunyai ruang pameran karya seni lukis di Trafalgar Square (alun-alun Trafalgar).

   Apa yang harus kulakukan dengan hartaku? Menghisap rokok? Atau tidak merokok. Minum sampanye? Aku tidak suka minuman keras. 
Membeli 30 stel jas model terbaru? Kalau begitu, tentulah aku akan segera memenuhi undangan makan malam di istana-istana dan tempat kediaman mereka yang selalu ku hindari dengan semampuku untuk tidak bersua dengan mereka. 
Membeli kuda pacuan? Amat berbahaya akibatnya. Membeli mobil-mobil mewah? Amat merepotkan diriku pengurusan dan pemeliharaannya.

   Sekarang aku mempunyai harta berlimpah yang dengannya aku mampu membeli semua barang tersebut. 
Akan tetapi, aku tetap tidak mau membeli, kecuali hanya apa yang biasa ku beli saat aku masih dalam keadaan miskin. 
Ternyata kebahagiaanku terletak pada hal-hal yang dapat membuatku bahagia pada hari-hari saat aku masih miskin, yaitu buku yang kusenangi membacanya, lukisan yang ku nikmati keindahannya, dan pemikiran yang ku tuangkan dalam tulisanku.

    Dari segi lain, aku mempunyai imajinasi yang begitu subur sehingga aku tidak menginginkan apa pun, kecuali membaringkan diri dan menutup mata untuk membayangkan diriku menurut apa yang kusukai dan berbuat melalui imajinasiku apa saja yang kuinginkan. 
Kalau begitu, apa gunanya kemewahan yang menurutku amat menyengsarakan sebagaimana yang banyak terlihat menghiasi jalan Bond?”


Jadikanlah rumah anda bagaikan surga yang penuh dengan ketenangan, Bukan tempat bermain yang penuh dengan kegaduhan, Karena sesungguhnya ketenangan itu menyenangkan.

Artikel Menarik Lainnya:

Siapakah orang yang harus paling dicintai?

Tiadalah hawa nafsu itu, kecuali selalu memperturutkan apa yang dibiasakan oleh yang bersangkutan. Jika di perturutkan kemauannya, ia akan kecanduan dan jika tidak, ia tidak menuntut.
 

   Cintailah dia lebih banyak daripada semua orang!
Apakah anda pernah mengintrospeksi diri dan menanyakan kepadanya seberapa besarkah kecintaan anda kepada Rasulullah SAW?
 Tahukah anda bahwa sikap yang membuktikan kecintaan ini adalah dengan mengerjakan semua yang diperintahkan oleh Nabi SAW yang anda cintai dan menjauhi semua hal yang dilarang olehnya?


    Perhatikanlah kembali perasaan anda dan arahkanlah perasaan cinta anda mula-mula ditujukan kepada Allah SWT, kemudian kepada orang (Nabi SAW) yang telah menyelamatkan kita dari kesesatan. Ingatlah selalu oleh anda bila anda menginginkan tempat yang tinggi di dalam surga nanti, sabda rasul SAW berikut: 
“Seseorang itu akan dihimpunkan bersama dengan orang yang dicintainya.”

   Akan tetapi, kecintaan ini perlu dibuktikan secara lahiriah dan bukti lahiriah yang paling utama adalah mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Rasul SAW, karena bagaimana seorang bisa mengakui bahwa dirinya mencintai Rasul, padahal dia mengerjakan hal-hal yang tidak sesuai dengan perintahnya, tidak mau mengikuti tuntunannya dan tidak pula mau mengikuti petunjuknya.

   Ambilah buku sirahnya dan bacalah ia, lalu perhatikanlah akhlaqnya yang mulia, tutur katanya yang baik, toleransinya yang menyejukkan, takut kepada Allah dan zuhudnya terhadap dunia. 
Selanjutnya, ubahlah akhlaq anda agar serupa dan sejalan dengan akhlaqnya.

Ada dua orang wanita yang mengkhianati suaminya, masing-masing istri Nuh dan istri Luth, maka akhirnya terhinalah keduanya. Adapun Asiah dan Maryam, keduanya beriman, maka keduanya menjadi wanita yang mulia.

Artikel Menarik Lainnya:

Wanita yang dijuluki berkemben dua mengalami dua kehidupan

Orang yang tidak punya citra keindahan dalam jiwanya tidak akan dapat melihat sesuatu pun yang indah-indah di alam wujud ini. 

   Asma’ binti Abu Bakar RA yang bergelar Dzatun Nithaqaini (wanita yang mempunyai dua kemben) dijadikan sebagai teladan hidup dan sample yang baik dalam hal kesabaran menanggung kehidupan yang sengsara, kemiskinan yang sangat, dan ketaatan kepada suaminya dengan antusias dan senantiasa berupaya menyenangkannya.

 Dalam sebuah Hadits Shahih disebutkan bahwa Asma’ pernah menceritakan perihal kehidupannya sebagai berikut:

   "Zubair menikahiku, sedang dia tidak punya suatu harta pun, kecuali kudanya. Selanjutnya, akulah yang mengurus dan yang memberinya makan. Aku bisa menumbuk biji kurma untuk makannya bila digunakan untuk mengangkut air dan aku biasa menimba dan mengadon roti. Aku biasa mengangkut biji kurma dari tanah Zubair yang diberikan oleh Rasulullah SAW bersama dengan beberapa orang sahabat lainnya. Suatu hati Rasulullah memanggilku dan menghentikan untanya dengan maksud untuk memboncengkanku di belakangnya. Akan tetapi, aku malu dan aku teringat kapada Zubair yang sangat pencemburu.”

Asma’ malanjutkan kisahnya:
“Setelah aku tiba di rumah, kuceritakan hal itu kepada Zubair, maka ia berkata:
‘Demi Allah, sesungguhnya aku lebih cemburu bila kamu memanggul biji kurma daripada kamu membonceng di belakang Rasul SAW’”


Asma’ melanjutkan kisahnya:
“Akhirnya, Abu Bakar sesudah itu mengirimkan seorang pembantu untukku yang kemudian pembantulah yang menggantikanku mengurus kudanya, maka seakan-akan dia telah memerdekakan diriku.”

   Sesudah semua kesabaran yang telah dijalaninya itu, berlimpahlah kesenangan yang datang kepadanya dan juga kepada suaminya. Akan tetapi, dia tidak congkak dengan kecukupan yang didapatinya.
 Dia menjadi seorang yang dermawan lagi mulia dan tidak pernah menyimpan sesuatu untuk hari esoknya, dan adalah Asma’ bila sakit, ia duduk menunggu hingga sembuh. Sesudah itu dia memerdekakan semua budak yang dimilikinya.
 Dia berpesan kepada anak-anak perempuannya dan juga kepada keluarganya: “Berinfaq dan bershadaqahlah kalian, jangan sampai kalian menunggu datangnya kelebihan!”

Hidup ini indah bagi orang-orang yang beriman dan pahala akhirat itu di sukai oleh orang-orang yang bertaqwa. Hanya merekalah orang-orang yang bahagia itu.

Artikel Menarik Lainnya:

Barang siapa tidak terhibur dengan Allah, maka tidak akan beroleh hiburan dari apa pun

Itulah tabiat hari-hari yang selalu berubah-ubah, 
sedang perintah Allah senantiasa menunggu. 

   Allah SWT adalah pelipur duka orang mukmin, hiburan orang yang taat, dan kecintaan orang yang ahli ibadah. 
Barang siapa yang terhibur dengan-Nya, maka ia akan terhibur dengan kehidupan ini, merasa bahagia dengan keberadaannya, dan merasa senang menghadapi hari-harinya. 
Hatinya senantiasa tenang, sanubarinya terang, dan dadanya lapang, karena di dalam kalbunya terukir kecintaan kepada Allah.

   Sifat-sifat Allah telah meresap dengan tenang dalam perasaannya dan asma-asma Allah telah tergambarkan di hadapan matanya. 
Untuk itu, dia selalu menghafal asma-asma-Nya, merenungi sifat-sifat-Nya, dan dalam kalbunya selalu teringat sifat Yang Maha Pemurah, Yang Maha Penyayang, Yang Maha Terpuji, Yang Maha Penyantun, Yang Maha Baik, Yang Maha Lembut, Yang Maha Membalas Kebaikan, Yang Maha Pencinta, Yang Maha Mulia, dan Yang Maha Besar. Karenanya tergugahlah rasa kerinduan kepada Yang Maha Pencipta, rasa cinta kepada Yang Maha Besar, dan rasa dekat dengan Yang Maha Mengetahui.

   Sesungguhnya kedekatan Allah kepada hamba-Nya pasti akan menumbuhkan hamba yang bersangkutan rindu kepada-Nya, merasa gembira dengan pertolongan-Nya, dan senang dengan perhatian-Nya:
“Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendo’a apabila ia berdoa kepada-Ku.” (QS.2:186)

   Sesungguhnya sikap merasa terhibur dengan Allah tidak datang begitu saja tanpa penyebab dan tidak pula dapat diraih tanpa susah-payah. 
Bahkan ia merupakan buah dari ketaatan dan kesimpulan dari mahabbah (rasa cinta). Untuk itu, barang siapa yang taat kepada Allah dan menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya serta benar dalam cintanya kepada-Nya, niscaya dia akan menemukan hiburan sebagai hal yang di dambakan, merasa dekat dengan-Nya sebagai kebahagiaan.



Keindahan yang sebenarnya adalah keindahan akhlaq, 
Kecantikan yang sebenarnya adalah kecantikan etika, 
Dan kebaikan yang sebenarnya adalah kebaikan akal.

Artikel Menarik Lainnya:

Beberapa nasehat dari seorang wanita sukses

Ya Tuhanku, aku memuji-Mu dengan segala pujian yang tidak layak bagi selain-Mu menerimanya. Wahai Tuhanku, hanya Engkaulah tempat bergantung semua makhluk.

  Sorang ibu yang moderat menasehati anak perempuannya pada hari pernikahannya dengan dibarengi oleh senyum dan tangis bahagianya. Ia mengatakan:

   “Wahai anak perempuanku, engkau sekarang akan menempuh hidup yang baru, yaitu kehidupan yang tiada tempat padanya bagi ibumu, ayahmu atau seorang dari saudara-saudaramu. 
Di dalamnya engkau akan menjadi teman hidup suamimu yang tidak menginginkan ada seorang pun ikut campur dengannya terhadapmu sekalipun ia berasal dari darah dagingmu sendiri.

   Jadilah engkau istrinya, jadilah engkau ibu untuknya, dan jadikanlah dia merasa bahwa engkau adalah segalanya dalam hidupnya dan segalanya dalam dunianya. Ingatlah selalu bahwa seorang lelaki itu, siapa pun dia adanya, bagaikan bayi besar yang dengan sedikit kata-kata manis akan dibuatnya merasa bahagia. Jangan kau jadikan dia merasakan dengan mengawinimu berarti dia telah meninggalkan keluarga dan kerabatnya.

   Sesungguhnya perasaan ini adakalanya dia rasakan pula pada dirinya bahwa dia telah meninggalkan rumah kedua orang tuanya dan keluarganya demi kamu. 
Akan tetapi, perbedaan antara dia dan kamu adalah perbedaan antara seorang lelaki dan seorang wanita, wanita selamanya merindukan keluarga dan rumah tempat kelahiran, tempat ia tumbuh, tempat ia dibesarkan dan tempat ia belajar. Akan tetapi, ia harus membiasakan dirinya dengan kehidupannya yang baru. 
Dia harus menyesuaikan kehidupannya dengan lelaki yang kini menjadi suaminya, pemeliharanya, dan ayah bagi anak-anaknya. Inilah duniamu yang baru.

   Wahai anak perempuanku, inilah masa kini dan masa mendatangmu, inilah keluargamu yang akan kamu bangun berdua bersama dengan suamimu. 
Sesungguhnya ibu tidak meminta kepadamu agar melupakan ayah dan ibumu serta saudara-saudaramu, karena sesungguhnya mereka tidak akan melupakanmu selamanya, wahai sayangku. Bagaimana bisa seorang ibu melupakan belahan hatinya? 

Perangilah Kecemasan dengan Shalat

Kurasakan dosaku amat besar, tetapi manakala kubandingkan dengan ampunan-Mu ya Tuhanku, ternyata ampunan-Mu jauh lebih besar.

   Kaum muslimat generasi pertama telah mengenal bahwa shalat adalah hubungan antara seorang hamba dengan Tuhannya. Mereka menyadari bahwa yang beroleh keberuntungan dengan shalatnya hanyalah orang-orang yang mengerjakan dengan khusyu’ .

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.”

   Mereka adalah kaum wanita yang rajin mengerjakan qiyam pada malam-malam harinya, beribadah kepada Tuhannya dengan khusyu’. Mereka mengenal betul bahwa bekal yang paling utama menuju ke negri akhirat dan sarana yang dapat membantu mereka manyampaikan dakwah kepada orang lain adalah shalat.

 Demikianlah karena shalat akan menganugrahkan kepada pelakunya kekuatan dan tekad untuk menghadapi berbagai kesulitan dan melampaui bermacam-macam kekerasan.

 Mereka mengetahui bahwa qiyamul lail termasuk amal pendekatan diri kepada Allah SWT yang paling utama, karena Allah SWT dalam khitab-Nya kepada Nabi SAW selaku da’i pertama telah berfirman:

“Dan pada sebagian malam hari shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS.51:17)

Allah SWT pun memuji orang yang melakukan qiamul lail melalui firman-Nya:
“Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam.” (QS.51:17)

Anas RA telah meriwayatkan bahwa ketika masuk masjid, Nabi SAW menjumpai tambang yang diikat diantara dua buah tiang Masjid, lalu beliau bertanya: “Untuk apa tambang ini?”
Mereka menjawab: “Tambang ini untuk Zaenab, bila kelelahan berdiri, dia berpegang padanya.”
Nabi SAW bersabda:
“Lepaskanlah tambang ini!, hendaklah seseorang diantara kalian shalat dengan berdiri bila masih kuat, dan bila telah lelah, hendaklah ia mengerjakannya dengan duduk!.”

   Kalau demikian, berarti dahulu kaum wanita yang beriman memperketat diri mereka untuk melakukan ibadah demi meraih ridha Allah SWT.

 Adapun Nabi SAW telah memerintahkan kepada mereka untuk tidak membebani diri mereka lebih dari batas kesanggupannya, karena sebaik-baik ibadah adalah yang dilakukan dengan terus-menerus sekalipun ringan.

   Kita telah mengetahui bahwa kaum wanita masa kini memenuhi waktu mereka, baik pada malam hari maupun siang hari, dengan urusan duniawi.
 Alangkah baiknya sekiranya mereka, paling tidak mengerjakan shalat sunnah dua rakaat pada tengah malam, yang dengannya dia dapat mengalahkan godaan setan.
 Sebaik-baik perkara adalah yang paling ringan, dan binasalah orang yang berlebih-lebihan. Demikianlah menurut apa yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW sebanyak tiga kali


Percayalah kepada Allah jika anda seorang wanita yang benar dan sambutlah hari esok dengan gembira bila anda seorang wanita yang bertobat.

Artikel Menarik Lainnya:

Seni Memelihara Lisan

Jika bencana datang menimpa diriku, 
maka sesungguhnya aku setegar batu karang dalam menghadapi badai bencana. 

   Para ahli sejarah meriwayatkan bahwa suatu hari Khalid bain Yazid bin Mu’awiyah mendiskreditkan ‘Abdullah bin Zubair, musuh bebuyutan Bani Umayyah, dan mencapnya sebagai orang yang kikir.

 Tersebutlah bahwa istri Khalid, yaitu Ramlah binti Zubair, saudara perempuan ‘Abdullah bin Zubair, sedang duduk mendengar kata-kata suaminya dengan hanya menundukan kepalanya dan tidak mengucapkan sepatah kata pun.

 Khalid pun bertanya kepadanya: “Mengapa kamu tidak bicara? Apakah kamu setuju dengan apa yang ku katakan ataukah kamu tidak mau menyanggahku?”

   Ramlah menjawab: “Tidak ini dan tidak pula itu, tetapi wanita diciptakan bukan untuk ikut campur dengan urusan kaum lelaki. Kami diciptakan hanya sebagai hiburan untuk dicium dan dipeluk, maka apalah gunanya bagi kami ikut campur dalam urusan kalian?”
Mendengar jawaban istrinya, Khalid kagum, lalu ia mencium kening istrinya.

   Rasulullah SAW telah melarang dengan tegas membuka rahasia hubungan antara suami-istri. 
Imam Ahmad bin Hambal telah meriwayatkan melalui Asma binti Yazid yang telah menceritakan bahwa suatu hari ia berada dihadapan Rasulullah SAW bersama dengan banyak kaum lelaki dan kaum wanita yang semuanya duduk.

 Beliau SAW barsabda:
“Barangkali ada seorang lelaki yang menceritakan apa yang telah dilakukan bersama istrinya dan barangkali pula ada wanita yang menceritakan apa yang telah dilakukannya bersama suaminya.”

   Semua kaum yang hadir diam membisu dan tidak ada yang angkat bicara, lalu Asma’ binti Yazid berkata: “Wahai Rasulullah, benar! Demi Allah, sesungguhnya kaum wanita ini telah melakukannya dan begitu pula kaum lelakinya.”

   Rasulullah SAW bersabda: “Jangan kalian lakukan lagi. Sesungguhnya perumpamaan hal tersebut tiada lain sama dengan setan laki-laki yang bersua dengan setan perempuan di tengah jalan, lalu setan laki-laki itu menggaulinya, sedang orang-orang menyaksikannya.”

Sebagian Ulama tafsir menafsirkan firman-Nya:
“Sebab itu wanita yang shalih ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah memelihara (mereka).” (QS.4:34)

   Bahwa yang dimaksud dengan wanita-wanita yang memelihara dirinya adalah mereka yang memelihara hubungan antara mereka dan suami-suami mereka yang harus disembunyikan dan tidak boleh diceritakan, yaitu menyangkut masalah hubungan jasmani.

Hitunglah nikmat-nikmat Allah yang telah diberikan kepada anda daripada menyibukkan diri dengan menghitung-hitung kelelahan anda.

Artikel Menarik Lainnya:

Ads


Populer