Kisah seorang wanita yang membuat keajaiban

Engkau hanya melihat duri pada tangkai mawar, tetapi tidak mau melihat tetesan embun yang menghiasi bagian atasnya.

   Amirul Mukminin, ‘Utsman bin ‘Affan RA, mengangkat Hubaib bin Maslamah Al-Fihri sebagai panglima pasukan kaum muslim untuk memberikan pelajaran kepada tentara Romawi yang sering mengganggu kaum muslim di daerah perbatasan.
 
   Disebutkan pula bahwa istri Hubaib termasuk di antara tentara yang tergabung dalam pasukan kaum muslim ini. Sebelum peperangan dimulai, Hubaib memeriksa terlebih dahulu barisan pasukannya. 

Tiba-tiba dia melihat istrinya mengajukan pertanyaan berikut:
  “Di manakah aku akan menjumpaimu bila peperangan sedang memuncak dan semua barisan terlibat dalam perang yang berkecamuk?”

   Hubaib menjawabnya seraya mengatakan:
  “Engkau akan menjumpaiku di dalam kemah panglima pasukan Romawi atau di dalam surga nanti.” 

Ketika pertempuran berkecamuk dengan sengitnya, Hubaib bersama orang-orang yang mengikutinya berperang dengan keberanian yang luar biasa. 
Allah memenangkan pasukan kaum muslim atas pasukan Romawi, lalu Hubaib segera menuju ke kemah panglima pasukan Romawi menunggu kedatangan istrinya.

   Ketika ia sampai di pintu kemah, ia melihat suatu pemandangan yang menakjubkan. 
Ternyata ia menemui istrinya telah mendahului masuk ke dalam kemah panglima pasukan Romawi sebelum ia sampai ke dalamnya.

Seandainya semua wanita seperti istri Hubaib ini, tentulah aku lebih memprioritaskan kaum wanita atas kaum laki-laki.
Hidup ini tidak sulit dan tidak pula mustahil selama di sana ada kemampuan untuk melakukan pekerjaan dan pergerakan.

Artikel Menarik Lainnya:

Jadilah anda seorang wanita yang berjiwa indah, karena sesungguhnya alam ini indah

Janganlah engkau mengeluh karena bencana malam hari, sesungguhnya bencana dunia itu tiada yang kekal.
(Diwan Syafi’I, pent.)

   Pemandangan bintang-bintang di langit sangat indah. ini tiada yang meragukannya, begitu indahnya hingga memikat hati. 
Keindahan selalu aktual lagi beragam warnanya seiring dengan waktunya masing-masing. 
Berbeda-beda penampilannya dari pagi hingga petang, dari terbit hingga tenggelam, dari bulan purnama hingga malam yang gelap, dari pemandangan yang jernih hingga pemandangan yang berkabut dan berawan. 
Bahkan sesungguhnya penampilannya berbeda-beda dari satu saat ke saat yang lain, dari satu teropong ke teropong yang lain, dan dari suatu sudut ke sudut yang lain. 
Semuanya indah belaka dan semuanya begitu memikat hati.

   Bintang yang terlihat menyendiri nun jauh disana bagaikan mata yang indah berkilauan memancarkan kecintaan dan seruan. 
Kedua bintang lainnya yang terpisah di sana terlihat membebaskan dirinya dari persaingan seakan-akan berbicara berbisik antara keduanya.

   Sekumpulan bintang yang bertebaran disana-sini bagaikan kumpulan orang-orang yang begadang nun jauh di sana di cakrawala langit.
Rembulan yang pada awal kemunculannya di suatu malam terlihat kecil, selanjutnya berangsur-angsur membesar pada malam-malam berikutnya, hingga sampai pada puncak kebulatannya terlihat begitu cerah. 
Sesudah itu ia mulai berkurang dan mengecil, hingga terlihat bagaikan di awal kemunculannya dan di malam terakhirnya ia hampir tidak muncul sama sekali.

   Angkasa yang luas ini terlihat begitu indah. pemandangannya yang begitu luas tidak membosankan mata yang memandangnya dan tidak dapat di capai oleh pandangan mata, karena jaraknya yang begitu jauh.

   Sesungguhnya keindahan belakalah yang terlihat, yaitu keindahan yang dapat dirasakan dan dihayati oleh manusia, tetapi tidak mampu di ungkapkan oleh kata-kata untuk menggambarkan keindahan yang begitu memukau.

   Anda harus menerima kenyataan yang tak dapat dielakkan. Bila anda menerimanya dengan hati cemas, sesungguhnya kecemasan itu tiada gunanya bagi anda.

Artikel Menarik Lainnya:

Shadaqah dapat menolak bencana

Pada tiap-tiap sesuatu terdapat tanda yang menunjukan bahwa Allah itu Esa.
 
  Shadaqah adalah salah satu diantara pintu besar yang memberikan kelapangan dada dan kelegaan hati. 
Sesungguhnya mendermakan kebajikan akan dibalasi oleh Allah pelakunya didunia ini dengan kelapangan dada, selalu senang dan gembira, dan Allah akan memberinya cahaya, melegakan hatinya dan memakmurkan keadaannya.

  Oleh karena itu, bershadaqahlah sekalipun mampunya hanya sedikit dan janganlah anda meremehkan sesuatu yang akan ada shadaqahkan, baik berupa sebiji buah kurma, sesuap makanan, seteguk air, atau seteguk susu. 
Hadiahkanlah sesuatu kepada orang miskin, berilah orang yang sengsara, beri makanlah orang yang lapar, dan jenguklah orang yang sakit. 
Apabila anda telah melakukannya, niscaya anda akan menjumpai bahwa Allah SWT akan meringankan kesusahan, kegundahan dan kesedihan anda. 
Sesungguhnya shadaqah adalah obat yang tidak dapat ditemukan, kecuali hanya dalam apotik islam.

  Seorang lelaki bertanya kepada Imam ‘Abdullah bin Mubarak: “Wahai Abu ‘Abdur Rahman, tumitku menderita borok sejak tujuh tahun yang lalu dan aku telah mendatangi berbagai tabib serta kuobati dengan berbagai macam pengobatan, tetapi belum sembuh juga.”

  Ibnul Mubarak berkata kepadanya: 
“Pergilah engkau ke suatu tempat yang penduduknya sangat memerlukan air, lalu buatlah sebuah sumur di sana untuk mereka. Sesungguhnya aku berharap semoga sumur yang engkau buat di sana akan menyumberkan air dan pendarahan yang di alami oleh luka borokmu akan terhenti.” 

Selanjutnya, lelaki itu melakukan apa yang telah disarankan oleh Ibnul Mubarak, maka tidak lama kemudian boroknya sembuh.

  Tidaklah mengherankan, wahai saudariku yang mulia, karena sesungguhnya Rasulullah SAW sendiri pernah bersabda: 
“Obatilah para pasien kalian dengan (menganjurkan untuk) shadaqah.”

Dalam hadits lain disebutkan bahwa beliau SAW pernah bersabda: 

Wanita calon penghuni surga

Sesungguhnya Tuhan yang memberimu kecukupan pada hari kemarin, 
Dia pulalah yang akan memberi kecukupan kepadamu pada hari esokmu. 

Dari ‘Atha’ bin Abi Rabah, ia berkata:
Ibnu ‘Abbas pernah berkata kepadaku: “Maukah aku tunjukkan kepadamu seorang wanita calon penghuni surga.”

Aku menjawab: “Tentu saja.”

Ia berkata: “Inilah dia wanita berkulit hitam, yang pernah datang kepada Rasulullah SAW, lalu berkata: ‘Aku menderita penyakit ayan dan aku sangat khawatir jika auratku tersingkap saat penyakitku sedang kumat, maka berdo’alah engkau untukku kepada Allah (agar Dia berkenan menyembuhkan penyakitku).’ 

Rasulullah SAW pun bersabda:
“Jika engkau mau bersabar, engkau akan memperoleh surga. Namun jika engkau mau sembuh, aku akan berdoa agar Allah SWT menyembuhkan penyakitmu.”

Wanita tersebut berkata: ‘Aku lebih memilih untuk bersabar saja.’ 

Dia berkata lagi: ‘Akan tetapi aku sangat khawatir jika auratku tersingkap saat penyakitku sedang kumat. Karenanya, tolong doakan aku agar auratku tidak tersingkap saat penyakitku kumat.’
Rasulullah SAW pun berdoa untuk wanita tersebut.” (Muttafaq ‘alaih) 

Wanita ini adalah seorang yang mukmin lagi bertaqwa. 
Dia ridha dengan cobaan yang selalu menimpanya dalam kehidupan dunia yang fana ini karena mengharapkan surga sebagai imbalannya.
Sesungguhnya dia beroleh keuntungan dalam jual belinya sehingga ia menjadi calon penghuni surga.
 Akan tetapi, dia menolak bila orang lain melihat auratnya saat dalam keadaan ayan, karena hal ini tidak layak bagi seorang wanita muslim yang pemalu lagi bertaqwa. 

Sesudah itu apa yang harus kita katakan kepada wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, yaitu mereka yang mahir dalam seni memperlihatkan kecantikan tubuhnya, bahkan berupaya keras untuk menanggalkan kerudung malunya dan berupaya keras untuk membuka bagian-bagian yang memikat lawan jenisnya. 

Hentikanlah kecemasan anda, tegarlah dan hadapilah kenyataan dengan hati yang tabah. Berbuatlah sesuatu agar anda tetap hidup.

Artikel Menarik Lainnya:

Wanita yang baik adalah yang menghindari bencana masa

Masa itu mempunyai dua keadaan yang silih berganti, yaitu masa sulit penuh cobaan dan sisi lainnya adalah masa senang penuh dengan kemakmuran.

  Buku-buku sejarah telah menyebutkan dari Fatimah Az-Zahra RA binti Rasulullah SAW bahwa ia sering menahan lapar selama beberapa hari. Pada suatu hari suaminya, yaitu Imam ‘Ali RA, melihat istrinya bermuka pucat,

lalu ia bertanya: “Wahai Fatimah, apakah gerangan yang engkau alami?”

Fatimah menjawab: “Sejak tiga hari kami tidak menemukan suatu makanan pun di dalam rumah.”

‘Ali RA berkata: “Mengapa engkau tidak menceritakannya kepadaku?”

Fatimah menjawab: “Sesungguhnya ayahku, Rasulullah SAW telah berpesan kepadaku pada malam pernikahanku: ‘Wahai Fatimah, jika ‘Ali datang kepadamu dengan membawa suatu makanan, makanlah ia. Akan tetapi, jika ia tidak membawa sesuatu pun, janganlah engkau memintaanya.’

Akan tetapi, kebanyakan wanita mempunyai keahlian khusus dalam mengosongkan kantong-kantong suami mereka. 
Seseorang diantara mereka tidak dapat menahan diri bila melihat dalam kantong suaminya ada sejumlah uang, maka saat itu ia langsung menimbulkan keadaan darurat di dalam rumah dan masih belum reda sebelum dapat menguras semua uang yang ada dalam kantong suaminya.

   Tidak diragukan lagi bahwa bila seorang suami sekali menyerah pada keadaan, dia tidak akan mau mengangkat bendera putih tanda damai, melainkan dalam suatu waktu pasti akan berkobar persengketaan yang sengit antara dia dan istrinya. 
Adakalanya pula persengketaan ini terus berkembang sampai ada perceraian. 
Bila sudah sampai pada stadium ini, sang suami pasti akan mendendangkan bait-bait syair orang Arab Badui berikut yang terbebas dari cengkraman ketamakan istrinya, Umamah , dengan menceraikannya, sesudah cukup lama ia menderita dan sengsara karena selalu diperas olehnya:

Kubungkam Umamah dengan menceraikannya
Dan aku selamat dari belenggu yang membebaniku

Dia telah berpisah dariku sehingga hatiku tidak sakit lagi
Dan kelopak mataku tidak lagi mengalirkan air mata

Dan penawar bagi sesuatu yang tidak diinginkan oleh diri
Adalah dengan menyegerakan berpisah dengannya

Hidup ini tidak enak bagi sepasang suami istri
Bila antara keduanya sudah tidak ada kecocokan lagi


Hidup ini cukup singkat untuk kita perpendek. 
Karenanya, janganlah anda mencoba untuk lebih mempersingkatnya lagi.

Artikel Menarik Lainnya:

Berlindunglah kepada Allah dari kesusahan dan kesedihan

Seandainya semua wanita seperti orang yang kita kenal, tentulah aku lebih memprioritaskan kaum wanita atas kaum laki-laki. 

(Al-Mutanabbi saat meratapi kematian ibunya Saifud Daulah, salah seorang khalifah ‘Abbasiyyah. pent.)

   Saya meragukan bila ada orang yang berakal mau kikir senyum, atau seorang mukmin yang cenderung bersikap pesimistis dan putus asa. 
Akan tetapi, memang adakalanya seseorang itu dikalahkan oleh peristiwa insidentil yang membuatnya tertekan sehingga ketenangan dan keridhaannya hilang dari dalam dirinya. 
Dalam keadaan seperti ini, seseorang harus berpegang teguh pada Allah SWT agar Dia menyelamatkannya dari musibah yang menimpa. 

  Sesungguhnya menyerah terhadap arus kedudukan merupakan permulaan keterpurukan yang menyeluruh dalam pengendalian diri yang bersangkutan, sehingga semua pekerjaan yang ditanganinya berakhir dengan kegagalan dan ketidak-berdayaan. 

  Untuk itu, Rasulullah SAW mengajarkan kepada sahabat-sahabatnya agar meminta pertolongan kepada Allah SWT supaya menyelamatkan dirinya dari berbagai bencana seperti ini. 
Abu Sa’id Al-Khudri telah menceritakan bahwa pada suatu hari Rasulullah SAW masuk ke dalam masjid. 
Tiba-tiba beliau bersua dengan seorang lelaki dari golongan Anshar yang dikenal dengan nama Abu Umamah,
lalu beliau bertanya: “Wahai Abu Umamah, mengapa engkau duduk didalam masjid diluar waktu shalat?” 

Abu Umamah menjawab: “Wahai Rasulullah, saya bersedih karena utang-utangku banyak.”

Rasulullah SAW bertanya: “Maukah kuajarkan kepadamu suatu doa yang bila engkau mengucapkannya, tentu Allah akan melenyapkan semua kesusahanmu dan melunaskan semua utangmu?”

Abu Umamah menjawab: “Tentu, saya mau, wahai Rasulullah.”

Beliau SAW pun bersabda: “Jika engkau berada pada pagi hari dan petang hari, ucapkanlah doa berikut: ‘Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari kesusahan dan kesedihan. Aku berlindung kepada Engkau dari kelemahan dan kemalasan. Aku berlindung kepada Engkau dari sifat kikir dan pengecut. Aku berlindung kepada Engkau dari terbelit utang dan tertindas oleh orang lain.’ (HR. Abu Dawud) 

Abu Umamah mengatakan: “Lalu kulakukan hal tersebut, maka Allah pun melenyapkan kesusahanku dan melunaskan semua utangku.”


Sesungguhnya infeksi pencernaan bukan disebabkan karena makanan yang anda konsumsi, melainkan karena sesuatu yang memakan (kesehatan) anda.

Artikel Menarik Lainnya:

Sepuluh kiat meraih kebahagiaan

Bersabarlah, karena sesungguhnya Allah akan mengiringi kesusahan dengan kemudahan. Mudah-mudahan kesusahan itu akan lenyap dengan segera. 

Seorang pakar psikologi Amerika bernama D. Dicks mengatakan bahwa kehidupan yang bahagia adalah seni yang indah. ia mempunyai sepuluh point sasaran, yaitu: 

1. Biasakanlah diri anda melakukan pekerjaan yang anda sukai. Jika pekerjaan itu tidak mudah anda lakukan, isilah waktu-waktu senggang anda untuk menyalurkan hobi yang paling anda sukai, kemudian dalamilah ia.

2. Perhatikanlah kesehatan fisik, karena sesungguhnya kesehatan fisik adalah jiwa kebahagiaan, yaitu dengan mengatur pola makan dan minum tanpa berlebihan, membiasakan olah raga, dan menjauhi kebiasaan buruk dan merugikan.
 
3. Hendaklah anda mempunyai sasaran dalam hidup anda, karena sesungguhnya hal tersebut akan membangkitkan gairah dan semangat anda. 

4. Jalani hidup menurut apa adanya dan terima segala sesuatunya, baik yang manis maupun yang pahit dengan hati yang lapang.
 
5. Hayati hidup yang sedang dijalani, jangan menyesali hal yang sudah berlalu, dan jangan pula memusingkan hari esok yang belum tiba.

6. Gunakanlah pikiran anda sebelum melakukan pekerjaan apa pun atau keputusan apa pun, agar kelak tidak mencela orang lain atas keputusan anda dan apa yang bakal anda peroleh nanti.
 
7. Senantiasalah memandang orang yang ada dibawah anda.
 
8. Biasakanlah diri anda untuk murah senyum, berjiwa perian dan berteman dengan orang-orang yang optimistis. 

9. Hendaklah anda berbuat untuk membahagiakan orang lain agar beroleh harumnya kebahagiaan.
 
10. Pergunakanlah berbagai kesempatan yang cerah lagi indah dan anggaplah itu sebagai terminal keharusan bagi kebahagiaan. 


Nikmatilah hari ini dan berpeganglah padanya. Carilah faktor yang dapat mencegah terjadinya hal yang menyakitkan sebelum ia menimpa diri anda.

Artikel Menarik Lainnya:

Akhlaq yang baik adalah surga dalam kalbu

Kuhibur diri ini dengan berbagai harapan yang kunanti, alangkah sempitnya hidup ini bila tanpa harapan yang luas. 

     Manusia itu adalah cermin bagi manusia yang lain. 
Apabila seorang berakhlaq baik dalam pergaulannya dengan mereka, mereka pun akan membalasnya dengan berakhlaq baik pula kepadanya. 
Dengan demikian, akan menjadi tenang dan bergembiralah jiwa dan hatinya dan akan menjadi baiklah keadaannya karena dia hidup dalam masyarakat yang berteman dengannya. 

    Apabila seseorang berakhlaq buruk lagi keras hatinya, dia akan mendapati orang lain bersikap buruk, kesat dan keras terhadapnya. Barangsiapa yang tidak menghormati orang lain, maka mereka pun tidak akan menghormatinya. 

Orang yang berakhlaq baik akan lebih berhasil dalam meraih ketenangan hidup dan lebih terhindar dari kecemasan, ketegangan dan berbagai gejala yang menyakitkan. 
Selain itu, berakhlaq baik merupakan ibadah kepada Allah SWT dan termasuk hal yang sering dianjurkan oleh islam untuk dilakukan. Allah SWT telah berfirman:
“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (QS.7:199) 

Allah SWT telah berfirman menggambarkan akhlaq Rasul-Nya:
“Maka disebabkan rahmat dari Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu. Oleh karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu, kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS.3:159) 

Rasulullah SAW telah bersabda:
“Sesungguhnya orang yang paling kusukai diantara kalian adalah orang yang paling baik akhlaqnya diantara kalian, yaitu mereka yang selalu bersikap rendah diri lagi menyukai orang lain dan mereka menyukainya. Sesungguhnya orang yang paling kubenci diantara kalian ialah orang-orang yang berjalan kian ke mari, mengadu domba, memecah belah hubungan antara orang-orang yang saling mengasihi, lagi selalu mencari-cari kelemahan orang-orang lain yang tidak bersalah.” 


Sesungguhnya sikap ragu-ragu, minder dan mencari-cari masalah tanpa harapan, semuanya akan membuat seseorang akan mengalami depresi mental.

Artikel Menarik Lainnya:

Kebahagiaan itu ada dalam diri tetapi jarang orang yang dapat menemukannya

Kukatakan kepada hatiku bahwa jika kesusahan datang menerpamu, bergembiralah karena kebanyakan hal yang menakutkan itu tidak ada kenyataannya. 

   Seorang manusia tidak mungkin dapat meraih kebahagiaan, kecuali dari dalam dirinya sendiri, dan tiada lain baginya, kecuali hanya mencari petunjuk jalan yang paling utama untuk sampai padanya. Jalan ini menuntutnya agar bersikap jujur, berani, menyukai pekerjaan dan orang lain, 

menghiasi diri dengan sifat saling tolong, dan menjauhi sifat egoisme yang sesat, dan sebelum segala sesuatunya terjadi, hendaknya ia memiliki perasaan yang hidup lagi peka. 
Sebab kebahagiaan itu bukanlah dongeng, melainkan kenyataan yang jelas dan dapat dinikmati oleh banyak orang. 

   Kita dapat menikmati kebahagiaan bila mau memetik faidah dari berbagai eksperimen kita dan kita menjadikan pengalaman yang telah kita peroleh dari kehidupan ini sebagai sarana pembantu kita untuk meraihnya.

    Apabila kita telah dapat memahami arti kehidupan ini, kita akan mampu mengeksploitasi banyak hal yang berguna dari dalam jatidiri kita dan kita dapat membebaskan diri dari berbagai penyakit yang mengganggu kesehatan fisik dan kejiwaan kita dengan berbekal pengetahuan, potensi dan kesabaran.

 Kita dapat menghayati kehidupan kita yang telah dianugerahkan oleh Allah ini dengan sikap tidak ingkar, tidak membangkang dan tidak pula menyengsarakan diri. 


   Tiada musuh utama yang lebih membahayakan bagi kecantikan wanita, selain kecemasan yang berakibat mendekatkannya pada ketuaan.

Artikel Menarik Lainnya:

Tiada pengganti bagi anda selain Allah

Bila kudengar suara lolongan serigala, kurindu kepada serigala. 
Tetapi bila kudengar suara manusia, aku hampir saja kehilangan kesadaranku.

   Seorang lelaki masuk ke dalam masjid di luar waktu shalat, lalu ia menemukan seorang anak remaja yang berusia sekitar sepuluh tahun sedang berdiri khusyu’ dalam shalatnya. 
Lelaki itu menunggu sampai si remaja itu selesai dari shalatnya. Sesudah itu ia mendekat kepadanya dan mengucapkan salam seraya bertanya: 
“Wahai anak, anak siapakah engkau sebenarnya?”

Anak itu menundukan kepalanya dan air matanya membasahi pipinya, lalu ia mengangkat kepalanya seraya menjawab: 
“Wahai paman, sesungguhnya saya hidup sebatang kara, tidak punya ibu dan tidak punya bapak.”

Lelaki itu merasa kasihan kepadanya, lalu bertanya kepada anak tersebut: 
“Maukah engkau ku angkat menjadi anakku?”

anak itu balik bertanya: 
“Apakah jika aku lapar, engkau sanggup memberiku makan?” 

Lelaki itu menjawab: “Ya.!”

Anak itu bertanya: “Apakah jika aku tidak berpakaian, engkau sanggup memberiku pakaian?”

Lelaki itu menjawab: “Ya.!”

Anak itu bertanya: “Apakah jika aku sakit, engkau sanggup menyembuhkanku?”

Lelaki itu menjawab: “Wahai anakku, aku tidak punya kesanggupan untuk itu.”

Anak itu bertanya: “Apakah jika aku mati, engkau sanggup menghidupkanku?” 

lelaki itu menjawab: “Wahai anakku, aku tidak punya kesanggupan untuk itu.”

   Akhirnya, anak itu berkata: “Kalau begitu, biarkanlah aku, wahai paman. Tuhan yang telah menciptakanku, maka Dialah yang akan memberiku petunjuk. Dia yang akan memberiku makanan dan minuman. Apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku dan Dia adalah Tuhan yang selalu kuharapkan semoga Dia mengampuni semua kesalahanku pada hari pembalasan nanti.” 

   Lelaki itu pun diam dan pergi melanjutkan urusannya, sedang anak itu berkata: “Aku beriman kepada Allah. Barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kecukupan kepadanya.” 

Ads


Populer