Kekuatan itu bersumber dari kalbu bukan dari fisik

Masing-masing hari yang ku lalui adalah hal yang biasa bagiku. Jika mendatangkan keburukan, aku bersabar, dan jika mendatangkan kebaikan, aku bersyukur. 


   Berikut ini adalah kisah seorang wanita Nasrani yang tidak mengetahui sesuatu pun tentang kehidupan, selain hanya kefakiran, kelaparan, dan didera penyakit. 
Suaminya meninggal dunia dalam waktu yang tidak lama sesudah perkawinannya dan suaminya yang kedua meninggalkannya, karena lari dengan wanita lain. 

Selanjutnya, suami yang keduannya ini ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa dalam sebuah rumah yang hina (rumah bordil). 
Wanita ini mempunyai seorang anak laki-laki, tetapi karena kehidupannya miskin dan selalu didera penyakit, akhirnya ia terpaksa menitipkan anaknya ke panti asuhan saat berusia empat tahun.

   Selanjutnya, terjadilah titik tolak perubahan dalam hidupnya. Suatu hari saat ia sedang berjalan mengelilingi jalan-jalan kota tempat tinggalnya, kakinya terpelesat hingga jatuh ke tanah yang telah di selimuti salju. 
Ia jatuh pingsan dalam waktu yang cukup lama dan dalam kecelakaannya ini tulang punggungnya patah sangat parah. 
Para dokter yang mengobatinya memprediksikan bahwa dia akan mati dalam waktu yang tidak lama, atau jika tidak, ia akan mengalami kelumpuhan total sepanjang hidupnya.

   Ketika wanita ini berbaring di atas ranjang tempat ia dirawat, ia mengambil kitab sucinya dan terilhami oleh pertolongan Tuhan, untuk membaca sebuah ayat yang terdapat dalam Injil Matius sebagaimana yang diutarakannya:

“Saat mereka menyerahkan kepadanya Al-Masih AS seorang yang lumpuh dalam keadaan tergeletak di atas pembaringannya, maka saat itu juga Al-Masih berkata kepada orang yang lumpuh itu: 
‘Bangunlah! Bawalah kasurmu dan pulanglah ke rumahmu,’ maka saat itu juga si lumpuh dapat bangun dan pergi meninggalkan tempat itu.”

   Ternyata berkat kekuatan imannya, kalimat ini dapat mensuplai energi kekuatan dalam diri wanita ini sehingga dapat bangkit sendiri dari pembaringannya dan berjalan-jalan di dalam kamarnya. 
Ternyata pengalaman yang di rasakan oleh wanita yang lumpuh ini telah membukakan jalan baginya untuk mengobati dirinya pada masa selanjutnya dan menebar kesehatan bagi orang lain.

   Dale Carnegie memberikan komentanya: 
“Pengalaman inilah yang membuat Marry Baker Edie (nama wanita yang lumpuh) terdorong untuk menjadi seorang misionaris yang mengabarkan mengijilan di negerinya sebagai satu-satunya wanita misionaris.”
Dan anda, wahai wanita muslim, apakah yang akan anda lakukan?

Benteng yang paling kokoh adalah wanita yang shalih

Artikel Menarik Lainnya:

Pekerjaan yang anda sukai adalah rahasia kebahagiaan anda

Sabarlah menghadapi hari-hari yang sulit, karena semua kesulitan pasti ada akhirnya dan kesabaran itu hanya dimiliki oleh orang yang mempunyai kedudukan mulia 


   Seorang yang jenius dibidang apapun, pasti akan tertarik dengan sendirinya bidang yang telah diciptakan oleh Allah dalam dirinya sebagai bakat yang membuatnya dapat berkreasi tanpa ada kekuatan baginya untuk melawan, meskipun dia mengeluh dalam bidang ini karena nasibnya yang buruk.    

Sesungguhnya hanya bidang inilah satu-satunya pekerjaan yang dapat ditanganinya dengan hati yang senang dan gembira betapapun tumpang-tindihnya kesulitan yang di alami dalam pekerjaannya, betapapun kecilnya harapan untuk dapat meraih usaha dan keberhasilan darinya, betapapun dia menoleh ke belakang dengan menarik nafas dalam dengan penuh harap seandainya dia beralih dari profesinya ini ke profesi lain yang lebih banyak penghasilannya dan lebih berlimpah keuntungannya, dan betapapun dia mengeluh karena kemiskinan yang diakibatkan dari pekerjaannya. 

Kecemasan itu menyiksa jiwa dan raga

Kata orang, hidup ini penuh dengan kesedihan dan kemurungan, maka kujawab: “Tersenyumlah! Biarlah kemurungan hanya terjadi di langit (saat sedang mendungnya).” 

   Dampak paling buruk yang ditimbulkan oleh sikap cemas ialah buyarnya potensi kemampuan diri untuk mengonsentrasikan hati. 
Manakala kita dirundung oleh kecemasan, pastilah konsentrasi hati kita akan menjadi tercerai-berai. Akan tetapi, manakala kita memaksakan diri untuk menghadapi prediksi yang paling buruk, berarti kita telah memposisikan diri dalam suatu sikap yang memungkinkan bagi kita untuk mengonsentrasikan hati guna menanggulangi ini permasalahan yang sedang kita hadapi.

   Sungguh berada di luar kemampuan kita bila kita bersemangat dalam melakukan suatu pekerjaan yang penting dan dalam waktu yang sama kita merasa cemas dengan keberhasilannya. 
Sesungguhnya masing-masing dari kedua perasaan ini berseberangan dengan yang lainnya sehingga keberadaan salah satunya meniadakan yang lainnya.

   Jika anda mulai merasakan bahwa kecemasan terhadap masa sekarang mulai mengguncangkan diri anda, kembalikanlah ingatan anda pada kecemasan paling berat yang pernah anda alami pada masa lalu.
 Dengan demikian, pikiran anda akan terbebani oleh dua genggaman yang berbeda, bukan hanya satu genggaman. 
Maka sudah barang tentu genggaman yang lebih kuat yang terjadi pada masa lalu akan mengalahkan genggaman masa kini yang kurang kuat. 
Saat itu orang yang bersangkutan akan mengatakan: “Tiada sesuatu pun yang lebih buruk daripada krisis masa lalu. 
Meskipun demikian, aku berhasil melaluinya.” Jika anda dapat melalui krisis itu dan melewatinya dengan selamat, maka kesulitan dan bahaya krisis hari ini pasti lebih ringan.

   Sesungguhnya kecemasan lebih dekat mencekam diri anda saat anda berada di luar waktu kerja. Kecemasan hanya akan melanda diri anda saat waktu luang anda tanpa pekerjaan, karena ilusi anda pada saat itu menghimpun dan membolak-balikan segalam macam prediksi. 

Sesudah perjuangan akan diraih kemenangan yang menyenangkan

Hiburlah kesedihanmu, 
tiada sesuatu pun yang kekal 
dan kesedihanmu juga pasti tidak akan selamanya. 


Berikut ini adalah isi surat seorang istri seusai menjalani bulan madunya, yang ditujukan kepada ibunya. Ia mengatakan dalam suratnya sebagai berikut:

“Wahai ibu tersayang, hari ini aku kembali ke rumahku yang kecil lagi sederhana yang telah disediakan oleh suamiku sesudah menjalani masa bukan madu.
Sebenarnya aku berharap agar engkau tinggal di dekatku, wahai ibuku tersayang, supaya aku dapat menceritakn kepadamu semua pengalaman yang ku alami dalam kehidupan baruku bersama suamiku. Sesungguhnya suamiku adalah seorang lelaki yang baik. 
Dia mencintaiku dan sebaliknya aku pun mencintainya. Aku berupaya semampuku untuk membuatnya puas dalam segala hal. 
Percayalah, wahai ibuku tersayang, sesungguhnya aku memelihara semua nesehatmu dan melakukan semua pesan yang engkau berikan kepadaku. 
Aku masih teringat setiap kalimat, setiap huruf yang engkau katakan kepadaku dan engkau bisikan ke telingaku seraya merangkul dan memelukku ke dadamu dengan penuh kasih sayang pada malam pernikahanku.

   Sesungguhnya aku melihat dan menilai kehidupan ini sebagaimana penglihatan dan penilaianmu kepadanya. 
Sesungguhnya engkau adalah teladanku yang terbaik. 
Tiada sasaran bagiku, selain mengikuti apa yang pernah engkau lakukan kepada ayahku yang baik dan juga kepada kami semua sebagai anak-anakmu. 
Sesungguhnya engkau telah memberikan kepada kami semua cinta dan sayangmu. 
Engkau telah mengajari kami makna kehidupan dan bagaimana kami harus menghayatinya. 
Engkau juga telah menebar dengan tanganmu sendiri benih-benih kecintaan ke dalam kalbu kami.

   Kudengar suara kunci pintu kamar berputar. Itu pasti suamiku, sesungguhnya dia ingin membaca suratku kepadamu. 
Dia ingin mengetahui apa yang ku tulis buatmu, wahai ibuku tersayang. 
Dia ingin bergabung denganku menghabiskan saat-saat yang bahagia bersamamu melalui suratku yang kuresapi dengan segenap jiwa dan pikiranku. 
Ternyata dia ingin agar aku menyerahkan penaku kepadanya dan memberinya kolom dalam surat ini, karena dia pun ingin menulis buatmu. 

Kunci meraih keberhasilan

Dunia ini bila suatu hari penuh dengan tawa ria 
maka pada keesokan harinya akan penuh dengan tangisan 
alangkah buruknya negeri dunia ini. 


>  Kunci kemuliaan adalah taat kepada Allah dan rasul-Nya.

>  Kunci rizki adalah usaha dibarengi istighfar dan takwa.

>  Kunci surga adalah tauhid (syahadat tauhid dan syahadat rasul).

>  Kunci iman adalah membaca ayat-ayat Allah dan tanda-tanda kebesaran yang ada pada semua makhluk-Nya.

>  Kunci kebaikan adalah jujur.

>  Kunci hidupnya kalbu adalah merenungi Al-Qur’an, mendekatkan diri kepada Allah di penghujung malam hari, dan meninggalkan dosa-dosa.

>  Kunci ilmu adalah tidak malu untuk bertanya dan mendengar dengan baik.

>  Kunci kemenangan dan keberuntungan adalah sabar.

>  Kunci kebahagiaan adalah takwa.

>  Kunci menambah nikmat adalah bersyukur.

>  Kunci menginginkan pahala akhirat adalah zuhud terhadap duniawi.

>  Kunci keberhasilan adalah doa.

Tersenyumlah, karena senyuman itu bagaikan bagian dari cahaya mentari

Artikel Menarik Lainnya:

Wanita yang maharnya paling mahal sedunia

Wanita yang maharnya paling mahal sedunia 


Jadilah diri anda lebih lembut daripada tiupan angin yang sepoi-sepoi dan lebih tinggi cita-citanya di dunia daripada bintang di langit 

   Abu Thalhah mengajukan lamarannya untuk mempersunting Ummu Sulaim binti Mulhan dan menawarkan kepadanya mahar yang besar. 
Akan tetapi, Abu Thalhah terkejut dan lisannya kelu ketika Ummu Sulaim menolak lamarannya dengan angkuh dan besar diri seraya mengatakan: 
“Sungguh tidak pantas bagiku kawin dengan lelaki yang musyrik. Tidakkah engkau tahu, hai Abu Thalhah, bahwa tuhan-tuhan kamu adalah hasil ukiran seorang budak milik keluarga Fulan dan sekiranya kamu bakar ia dengan api, niscaya ia akan terbakar?”

   Saat itu juga dada Abu Thalhah terasa sangat sempit, lalu ia pergi dengan perasaan yang hampir tidak percaya dengan apa yang di lihat dan di dengarnya. 
Akan tetapi, cintanya yang tulus kepada Ummu Sulaim membuatnya datang kembali pada hari berikutnya untuk mengiming-imingi Ummu Sulaim dengan mahar yang jauh lebih besar dan penghidupan yang makmur lagi senang dengan harapan barangkali saja Ummu Sulaim menjadi lembut dan mau menerima lamarannya. 
Kali ini Ummu Sulaim menjawabnya dengan kesopanan yang tinggi seraya mengatakan: 
“Orang seperti engkau, hai Abu Thalhah, tidak pantas untuk ditolak. sayangnya engkau seorang lelaki yang kafir, sedang aku adalah seorang wanita muslim. Aku tidak boleh kawin denganmu.”

Abu Thalhah bertanya: “Apakah sebenarnya yang engkau maui?”

Ummu Sulaim berkata: “Apa yang aku maui?”

Abu Thalhah bertanya: “Emas ataukah perak yang engkau inginkan?”

Ummu Sulaim menjawab: “Sesungguhnya aku tidak ingin emas atau perak darimu, tetapi aku menginginkan islam darimu.”

Abu Tholhah berkata: “Kepada siapakah aku dapat memperolehnya?”

Ummu Sulaim menjawab: “Kamu bisa mendapatkannya dari Rasulullah SAW .”

Maka saat itu juga Abu Thalhah berangkat menemui Nabi SAW yang saat itu sedang duduk bersama para sahabatnya. Ketika Nabi SAW melihat kedatangan Abu Thalhah, beliau langsung bersabda (kepada para sahabatnya):
“Telah datang kepadamu Abu Thalhah, sedang kedua matanya memancarkan sorotan cahaya Islam.”

   Abu Thalhah datang dan menceritakan kepada Nabi SAW apa yang telah di katakanya oleh Ummu Sulaim. Sesudah itu Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar seperti yang dimintanya, yaitu masuk agama Islam.

    Sesungguhnya Ummu Sulaim adalah sampel yang unggul bagi setiap wanita yang mendambakan kemulia’an dan berupaya meraih keutamaan. 
Perhatikanlah bagaimana dia menggariskan tanda-tanda kemuliaan dan keimanan melalui sepak terjangnya yang baik. 
Perhatikanlah betapa besarnya pahala yang akan di terimanya nanti di sisi Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Membalas. Renungkanlah bagaimana dia telah meninggalkan nama yang harum dan pujian yang baik serta keberhasilannya dalam meraih pahala yang besar lagi diberkati. 
Demikian itu tiada lain karena dia adalah seorang wanita yang jujur dengan Tuhannya, jujur dengan dirinya sendiri, dan jujur dengan orang lain. 
Beruntunglah Ummu Sulaim dengan surga yang akan ditempatinya pada hari orang-orang yang jujur beroleh manfaat dari kejujurannya. 

Kenalilah Allah saat senang


Kenalilah Allah saat senang, niscaya Dia akan balas mengenali anda saat susah 


Wahai orang yang putus asa, mati sajalah engkau sebelum mati atau tetaplah bertahan hidup, maka engkau masih punya harapan 

   Yunus As merasa kesempitan dalam perut ikan besar, dalam kegelapan yang saling bertumpang-tindih, yaitu gelapnya kedalaman laut, gelapnya perut ikan, dan gelapnya malam hari. 

Dia merasakan dadanya begitu sempit, penderitaannya makin menguat, dan kesusahannya makin memuncak, maka bersegeralah ia meminta tolong kepada Allah yang mampu memberikan pertolongan kepada orang yang minta tolong, tempat berlindung bagi yang kesudahan, Maha Luas rahmat-Nya, dan Maha menerima tobat hamba-Nya. 

Terlontarlah dari lisannya kalimat-kalimat bak permata yaqut dan marjan sebagaimana yang disebutkan dalam firman-Nya:
“Maka ia menyeru dalam keadaan sangat gelap: ‘Tidak ada tuhan (yang berhak disembah), selain Engkau . Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim.’” (QS.21:87)

    Do’anya pun segera di kabulkan sebagaimana yang disebutkan dalam firman selanjutnya:
“Maka Kami memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS.21:88)

    Allah memerintakan kepada ikan besar yang telah menelannya agar mencampakkan Yunus ke tanah yang lapang. 
Yunus pun sampai ke tepi pantai yang lapang itu dalam keadaan lemah seperti orang yang sakit keras, maka saat itu juga ia di sambut oleh pertolongan Allah yang meliputinya dengan rahmat-Nya. 
Allah pun menumbuhkan pohon yaqthin (labu), sejenis tumbuhan yang merambat, tidak punya batang dan hanya memiliki daun yang lebar. 
Setelah memakannya, kesehatan tubuhnya mulai membaik dan keceriaan hidup mulai terlihat. Demikianlah orang yang mengenal Allah saat senang, maka Allah akan balas mengenalnya saat susah.

Tidak mungkin anda menjadi seorang wanita yang dapat mengendalikan hawa nafsu dirinya, kecuali jika anda mampu mengendalikan hidup anda sendiri

Artikel Menarik Lainnya:

Dunia yang indah tidak dapat dilihat

Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya kepadamu, wahai pembawa panji hidayah. 
Hari-hari menjadi ceria dengan kehadiranmu 

    Manakala musim dingin menutup semua pintu rumah anda dan tumpukan salju mengepung anda dari segala penjuru, maka tunggulah datangnya musim semi.

 Bila ia telah tiba, bukalah semua jendela anda agar tiupan angin segar yang bersih dapat masuk ke dalam menggantikan udara yang lama.

 Layangkanlah pandangan anda sejauh-jauhya, niscaya anda akan melihat sekawanan burung-burung yang bernyanyi melalui kicauannya.

 Anda akan melihat cahaya mentari memancarkan bias-bias sinar kuningnya di atas dahan-dahan pohon yang akan menginspirasikan kepada anda usia yang baru, harapan yang baru, dan kalbu yang baru pula.

   Janganlah anda bepergian ke padang sahara untuk mencari pepohonan yang indah-indah, karena anda tidak akan menemukan di padang sahara, kecuali hanya kesunyian.

 Sebaliknya, lihatlah ratusan pepohonan yang menaungi anda dengan rindangannya, membuat anda bahagia dengan buah-buahannya, dan menghibur anda dengan nyanyian burung-burungnya.

    Jangan sekali-kali anda berupaya mengingat kembali hari kemarin dengan segala kerugian yang pernah anda alami di dalamnya, karena usia itu apabila telah menggugurkan dedaunannya, tidak pernah akan kembali lagi.

 Akan tetapi, pada setiap musim semi akan terlahir hal yang baru dan akan tumbuh dedaunan lainnya.

 Karenanya, lihatlah dedauan yang menutupi wajah langit dan biarkanlah dedaunan yang telah gugur di atas tanah karena ia telah menjadi bagian darinya.

    Apabila hari kemarin telah beranjak meninggalkan anda, maka di hadapan anda ada hari ini. Apabila hari ini akan mengimpun dedaunannya, lalu pergi meninggalkan anda, maka masih ada hari esok bagi anda, jangan biarkan diri anda bersedih karena hari kemarin, sebab ia tidak akan kembali.

Sayangilah makhluk yang ada dibumi

Tidakkah engkau tahu bahwa kesulitan itu pasti diiringi dengan kemudahan sebagaimana kesabaran diiringi dengan jalan keluar dari kesulitan 


   Kasih sayang ibu kepada anak-anaknya digambarkan dengan jelas dan gamblang dalam Hadits-hadits Rasulullah SAW sebagai contoh kelembutan dan kasih sayang serta sumber cinta kasih yang tulus.

 Allah telah menciptakan wanita sebagai sumber yang mengalirkan cinta kasih kepada anak-anaknya dan memprioritaskan pemberiannya kepada mereka. 
Sesungguhnya Nabi SAW telah menjadikan seorang ibu sebagai sampel hidup untuk merefleksikan secara jelas melaluinya visualisasi kasih sayang Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya.

 Amirul Mukminin ‘Umar bin Khatab RA telah meriwayatkan bahwa pernah sejumlah tawanan didatangkan kepada Rasulullah SAW. 
Di antara tawanan tersebut terdapat seorang ibu yang berlari-lari kesana dan kemari mencari anaknya yang masih balita.

 Setelah menemukan anaknya, ia langsung menggendongnya dan menyusuinya, maka saat itu juga Rasulullah SAW bersabda:
“Bagaimanakah menurut kalian, apakah wanita ini tega mencampakkan anaknya ke dalam kobaran api?”

Kami menjawab: “Demi Allah, tentu tidak.”
Nabi SAW bersabda: “Sungguh Allah lebih sayang kepada hamba-hamba-Nya daripada kasih sayang wanita ini kepada anaknya.”

   Wanita ini telah jatuh ke dalam kehinaan sebagai tawanan, sedih, dan murung hatinya, padahal sebelumnya dia adalah seorang wanita terhormat di kalangan keluarga dan handai tolannya, merdeka dalam lindungan kaum pria kabilahnya, dan dihormati dalam lingkungan rumah suaminya.

 Akan tetapi, karena ditawan, jadilah ia seorang budak perempuan yang dimiliki dan pelayan yang diperintah. 
Keadaan seperti ini begitu menekan jiwanya dengan penuh kesulitan, sehingga membuatnya lupa kepada apa yang terjadi di sekitarnya karena kepedihan yang di deritanya benar-benar telah meremuk-redamkan kalbunnya.

 Meskipun dengan kondisi demikian, sang ibu tetap tidak melupakan anak belahan hatinya. Bahkan dia dengan sekuat tenaga mencari-cari nya sampai menjumpainya, lalu segera memeluknya dengan penuh kelembutan dan memberikan puting susu kepadanya seraya mendekapkannya ke dada dengan kasih sayang.

 Ibu seperti ini tidak akan membiarkan anaknya tersentuh oleh bahaya sedikit pun. Dia pasti akan membelanya dari gangguan sekecil apa pun dan rela berkorban untuknya meskipun harus ditebus dengan jiwanya.


Mulut yang keji akan berdampak lebih buruk bagi pelakunya sendiri daripada orang lain yang menjadi korbannya

Artikel Menarik Lainnya:

Musibah itu adalah tabungan pahala akhirat

Lihatlah keindahan taman nan ceria. 
Di esok hari nanti akan penuh dengan nyanyian burung-burung yang berkicau.


    Diriwayatkan dari Ummul ‘Ala RA yang telah mengatakan bahwa saat ia sedang sakit, Rasulullah SAW datang menjenguknya. Beliau menghiburnya seraya bersabda:
“Hai Ummul ‘Ala, bergembiralah, karena dengan sakit yang diderita oleh seorang muslim, Allah akan menghapus dosa-dosanya sebagaimana api melenyapkan kotoran perak.”

    Makna hadits ini bukan menunjukkan bahwa kita boleh memelihara kuman penyakit yang mengidap dalam tubuh kita dan mangabaikan berobat dengan alasan bahwa penyakit akan menghapuskan dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan penderitanya.

 Bahkan seorang hamba dianjurkan untuk mencari penawar dan kesembuhan bagi penyakit yang dideritanya dengan dibarengi sikap sabar saat menanggung penyakit dan memohon pahala yang ada disisi Allah SWT ketika menahan penderitaanya.

 Dia juga dianjurkan menganggap bahwa semuanya itu merupakan tabungan kebaikan yang didebet dalam lembaran catatan amal kebaikannya, sebagaimana yang dicontohkan kepada kita oleh wanita shalih di atas.

    Seorang wanita harus bersabar ketika kehilangan orang-orang yang dikasihinya, seperti suami dan anaknya.
 Dalam sebuah Hadits disebutkan:
“Sesungguhnya Allah tidak puas terhadap hamba-Nya yang beriman bila Dia mengambil orang yang dikasihinya dari penghuni bumi, lalu ia bersabar dan mengharapkan pahala-Nya, sebelum memberinya pahala, selain surga.”

    Apabila seorang wanita ditinggal mati oleh suaminya, maka sesungguhnya Allahlah yang telah mengambilnya karena Dia lebih berhak terhadapnya.

 Apabila wanita yang bersangkutan mengatakan: “Mana suamiku, mana anakku,”
maka Allah yang menciptakan dan yang mengadakannya berfirman:
“Dia adalah hamba-Ku. Akulah yang lebih utama dan lebih berhak terhadapnya sebelum yang lain.”

    Suami adalah titipan, anak adalah titipan, saudara laki-laki adalah titipan, ayah adalah titipan, dan istri adalah titipan.
 Semuanya hanyalah titipan belaka sebagaimana yang dikatakan oleh seorang penyair melalui bait berikut:
Tiada lain harta dan keluarga itu hanyalah titipan belaka dan suatu waktu titipan itu, pasti harus dikembalikan (kepada si Empunya).

Tekunilah masa kini dan lupakanlah masa lalu dan masa depan

Gelapnya malam pasti akan tersingkap, maka janganlah engkau takut, sebentar lagi fajar akan muncul dengan perhiasannya yang cerah. 


   Tiada gunanya menampari pipi dan merobek-robek krah baju sebagai ungkapan kecewa karena keberuntungan yang terlepas dari tangan atau karena denda berat yang harus ditanggung.

 Tiada gunanya bagi seseorang menghanyutkan pikiran dan semua perasaannya kepada kejadian yang telah ditelan oleh masa yang pada akhirnya akan menambah panas kepedihannya dan makin menyengat kalbunya. 

   Seandainya kemampuan kita dapat menembus lorong waktu masa lalu untuk menahan kejadian-kejadiannya yang menentukan dan kita dapat mengubah hal-hal yang kita sukai, tentulah kembali ke masa lalu merupakan suatu keharusan dan niscaya kita semua akan bersegera menuju kepadanya, guna menghapus semua yang kita sesali melakukannya dan melipat gandakan keberuntungan yang minim kita raih.

 Akan tetapi, ingatlah bahwa hal tersebut adalah mustahil. 
Tiada jalan lain bagi kita, kecuali mancurahkan usaha keras kita guna mulai membagun kembali hari-hari dan malam-malam yang kita jalani sekarang, karena hanya padanyalah kita dapat meraih penggantinya. 

   Berikut ini adalah apa yang diingatkan oleh Al-Qur’an sesudah peristiwa perang Uhud ditujukan kepada mereka yang menangisi para syuhada yang telah gugur dan menyesali diri mereka karena ikut ke medan peperangan:
“Katakanlah: ‘Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditaqdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh.’” (QS.3:154)

Percayalah bahwa kebahagiaan itu bak pohon mawar yang baru ditanam. 
Bunganya tidak muncul dengan segera, tetapi kemunculannya pasti akan terjadi.

Artikel Menarik Lainnya:

Rohani lebih pantas diperhatikan daripada jasmani

Musim semi telah datang dengan langkahnya yang angkuh dan tawanya yang ceria memamerkan keindahannya yang memukau, seakan-akan ia tersenyum kepadamu 

(Al-Buhturi dalam diwanya menggambarkan keindahah musim semi, pent…)
Khalfah ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz RA (Khalifah Bani Umayyah yang paling adil dan dijuluki sebagai khalifah kelima yang rasyidin, pent.) pada masa pemerintahannya memerintahkan kepada seorang lelaki untuk membeli kain seharga delapan dirham buatnya. 

Lelaki itu membelinya dan segera mendatangkan kain itu kepada Sang Khalifah. 
Sang Khalifah meletakkan tangannya ke atas kain tersebut dan merabanya seraya berkata: “Alangkah lembut dan bagusnya kain ini!”

Lelaki yang mendatangkannya itupun tersenyum dan Sang Khalifah heran, 
lalu bertanya: “Mengapa kamu tersenyum?”

Lelaki itu menjawab:
“Wahai Amirul Mukminin, aku tersenyum karena dahulu semasa engkau belum menjabat sebagai khalifah pernah memerintahkan kepadaku untuk membeli kain campuran sutra, lalu aku membelinya dengan harga seribu dirham dan ketika kuletakkan di hadapan engkau, ternyata engkau mengatakan: 
“Alangkah kasarnya kain ini! Akan tetapi, sekarang engkau menganggap lembut dan bagus kain yang hanya berharga delapan dirham.”

‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz menjawab: 
“Menurut hematku, orang yang membeli kain dengan harga seribu dirham itu bukanlah seorang yang mempunyai rasa takut kepada Allah SWT.”

Selanjutnya, Khalifah ‘Umar berkata: 
“Hai kamu, sesungguhnya aku mempunyai jiwa yang selalu merindukan ketinggian. Setiap kali aku meraih kedudukan, aku selalu berusaha untuk meraih yang lebih tinggi daripadanya. Aku meraih kedudukan sebagai Amir, kemudian aku merindukan menjadi Khalifah, dan setelah ku berhasil meraih kedudukan khalifah, aku merindukan kepada kedudukan yang lebih tinggi daripadanya, yaitu surga.”

Sebenarnya menetapkan hukum atas orang lain bukanlah kewajiban kita. Karenanya, sudah sepantasnyalah bagi kita untuk tidak memikirkan bagaimana menimpakan hukuman kepada orang lain.

Artikel Menarik Lainnya:

Jangan balas air susu dengan air tuba

Berbohonglah kepada hawa nafsu bila kau bicara dengannya, jika kau jujur kepadanya, niscaya akan pudarlah semua yang kau harapkan. 


   Pada mulanya Khaizuran adalah seorang budak perempuan yang dibeli oleh Khalifah Al-Mahdi dari Bani Nakhkhas.

 Selanjutnya, sang khalifah memerdekakan dan menikahinya serta memberinya hak sepenuhnya sebagai seorang yang merdeka, bahkan sang khalifah mengangkat kedua orang tuanya menjadi pejabat penting dalam kekhalifahan.

 Dan adalah Khaizuran bila marah kepada suaminya, ia hanya berkata di hadapannya:
“Aku tidak pernah melihat suatu kebaikan pun pada dirimu.”

   Dari keluarga Barmak pun ada seorang perempuan yang pada mulanya adalah seorang budak perempuan yang biasa diperjualbelikan, lalu Raja Maghrib Al-Mu’tamid bin Abbad membelinya dan langsung memerdekakannya serta menjadikannya sebagai permaisuri. 

Ketika sang permaisuri melihat budak-budak perempuan sedang bermain lumpur, ia merindukan masa lalunya dan timbul keinginannya bermain lumpur seperti mereka.

 Al-Mu’tamadi pun memerintahkan agar dibuatkan untuk istrtinya itu sejumlah banyak minyak wangi yang warnanya seperti lumpur, lalu masuklah si istri ke dalam lumpur itu dan bermain-main de dalamnya. 

Dan adalah istrinya itu bila marah kepada suaminya, ia suka mengatakan:
  “Sesungguhnya aku tidak pernah melihat suatu kebaikan pun pada dirimu.”

Akan tetapi, Al-Mu’tamadi hanya tersenyum dan mengatakan kepada istrinya:
“Juga tidak ada kebaikan saat aku membuatkan lumpur minyak wangi untukmu.”

   Istrinya pun menjadi malu karena jawaban suaminya.
Karakter kebanyakan wanita, kecuali sedikit dari mereka, adalah suka melupakan kebaikan yang telah diberikan kepadanya saat ia dalam keadaan lupa atau lalai. 

Dalam sebuah Hadits syarif di sebutkan:
   “Wahai kaum wanita, bershadaqahlah kalian, karena sesungguhnya aku melihat kalian adalah mayoritas penghuni neraka.” Mereka bertanya: “Mengapa demikian wahai Rasulullah?” Rasulullah SAW menjawab: “Karena kalian cepat mengutuk, banyak mencela dan selalu mengingkari kebaikan suami.”

Rasulullah SAW pernah bersabda:
   “Ketika neraka diperlihatkan kepadaku, ternyata ku lihat mayoritas penduduknya terdiri dari kaum wanita, karena sikap buruknya kepada suami dan selalu mengingkari kebaikannya. Seandainya engkau berbuat baik kepada seseorang di antara mereka selama setahun, kemudian dia melihat sesuatu yang tidak disukainya darimu, niscaya ia akan mengatakan kepadamu: ‘Aku belum pernah melihat suatu kebaikan pun pada dirimu.’”

   Oleh karena itu, bila seorang lelaki telah mengetahui watak wanita itu memang demikian, buat apa marah, cemas, dan tegang sarafnya bila sewaktu-waktu istrinya mengingkari kebaikannya atau mengklaim bahwa dia tidak pernah melihatnya berbuat suatu kebaikan pun, padahal ia telah berbuat banyak kebaikan untuknya.

Wanita sukses adalah wanita yang menjadi buah bibir, dipuji suaminya, dicintai tetangganya, dan dihormati teman-temannya.

Artikel Menarik Lainnya:

Waspadalah!

Tiada suatu masalah pun yang memenuhi dadaku sebelum kejadiannya dan aku tidak akan merasa bersempit dada jika memang benar terjadi 


   Waspadalah, jangan sampai anda meniru sikap kaum wanita non-muslimyang fasiq atau meniru kaum lelaki! Camkanlah bahwa dalam sebuah Hadits telah disebutkan:
“Allah melaknat kaum pria yag menyerupai kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupai kau pria.”

   Waspadalah, hindarilah semua hal yang membuat murka Allah SWT sebagaimana yang disebutkan larangannya dalam Hadits-hadits yang mulia, seperti menyerupai pria, berduaan dengan lelaki yang bukan muhrim.

Bepergian dengan lelaki yang bukan muhrim, atau meninggalkan rasa malu yang seharusnya selalu dikenakan oleh seorang wanita, misalnya melepaskan jilbabnya dan melupakan Tuhannya.

   Hal-hal yang terakhir ini merupakan perbuatan-perbuatan buruk yang mewariskan komplikasi dalam kalbu yang bersangkutan, kesempitan dalam dadanya, dan kegelapan di dunia dan akhiratnya nanti. 

Merenunglah sejenak untuk menanyai diri sendiri dengan sejujurnya

Rasa lapar dapat diusir dengan roti kering, maka mengapa aku banyak menyesal dan ragu. 

   Ajukanlah kepada diri anda sendiri beberapa pertanyaan berikut dan jawablah dengan parameter ratio yang sehat.
- Sadarkah anda bahwa anda akan melakukan perjalanan tanpa kembali lagi? Apakah anda telah membuat persiapan untuk menyambutnya?

- Sudahkah anda membekali diri anda dalam dunia yang fana ini dengan amal shalih untuk menghibur keterasingan anda di alam kubur nanti?

- Berapa usia anda sekarang dan berapa lama lagikah anda akan hidup? Sadarkah anda bahwa tiap-tiap sesuatu itu ada permulaan dan kesudahannya, dan bahwa kesudahan yang akan anda alami adalah surga atau neraka?

- Pernahkah anda membayangkan bahwa para malaikat turun dari langit untuk mencabut nyawa anda, sedang anda dalam keadaan lalai lagi sia-sia?

- Pernahkan anda membayangkan selama hidup anda terjadinya hari itu dan detik-detik terakhir hidup anda, saat anda berpisah dengan sanak dan keluarga, saat anda berpisah dengan orang-orang yang anda kasihi dan teman-teman anda? 
Sesungguhnya saat itu maut datang kepada anda dengan membawa sekarat, kekerasan pencabutan nyawa dan segala penderitaannya. 
Sesungguhnya saat itu adalah hari kematian anda, saat anda menghadapi kematian.

   Sesudah ruh anda berpisah dari tubuhnya, dibawalah jenazah anda ke tempat pemandian mayat, lalu anda di mandikan dan di kafani. 
Sesudah itu jenazah anda dibawa ke Masjid untuk di shalatkan, kemudian jenazah anda dipanggul di atas pundak beberapa orang lelaki… untuk dibawa kemana?

   Tentunya dibawa ke kuburan, yaitu sebagai permulaan dari tahapan hari akhirat. Selanjutnya, adakalanya tempat peristirahatan anda berubah menjadi satu taman dari taman-taman surga atau berubah menjadi salah satu dari jurang diantara jurang-jurang neraka.


Petiklah pelajaran dari kegagalan anda.

Artikel Menarik Lainnya:

Bersungguh-sungguhlah

Raihlah senyuman pagi hari dan ucapkanlah: 
“Selamat datang! Sungguh aku amat merindukanmu.” 


   Anda harus bersungguh-sungguh dalam semua hal, mulai dari mendidik anak-anak, mengikuti kegiatan yang berguna lagi bermanfaat, membaca buku yang berguna, membaca Al-Qur’an dengan merenungi maknanya, shalat yang khusyu’, dzikir dengan hati yang hadir, memberi shadaqah, membersihkan rumah, dan merapikan perpustakaan. 

   Demikian itu harus anda lakukan dengan kesungguhan agar anda tidak memberikan kesempatan bagi kesedihan dan kegelisahan untuk berperan menguasai diri anda. 

   Perhatikanlah seorang wanita nonmuslim bagaimana dia dapat meraih kesuksesan dalam hidupnya berkat kesungguhan yang dilakukan dalam hidupnya meskipun dia nonmuslim dan menyimpang.

 Berikut ini adalah kisah mantan perdana mentri Israil Golda Mayer yang binasa. Dalam catatan hariannya ia menggambarkan perihal kesungguhan dan kedisiplinannya dalam mengatur pasukannya dan merencanakan strateginya dalam memerangi bangsa Arab. 

   Ternyata apa yang dilakukannya boleh dikata tiada seorang lelaki pun dari kalangan bangsanya yang dapat menirunya, kecuali hanya beberapa gelintir orang, padahal Golda Mayer adalah seorang wanita yang ingkar kepada Allah lagi bermusuhan dengan-Nya. Bagaimana dengan halnya wanita yang beriman? 

Kesetiaan itu langka, begitu pula orang-orang yang menyandangnya

Tiada lain seseorang itu akan menjadi buah tutur bagi generasi sesudahnya, maka jadilah engkau buah tutur yang baik bagi orang yang mempunyai kesadaran.

   Salah seorang yang besar dan arif (mengenal) Allah, pasrah kepada qadha’-Nya, dan ridha dengan keputusan taqdir-Nya, adalah Nabi Ayyub AS. 
Sesungguhnya beliau mendapat cobaan penyakit pada fisik, ludes semua hartanya, dan kehilangan semua anaknya. 

   Disebutkan bahwa tiada yang tersisa dari anggota tubuhnya yang sehat barang setusuk jarum pun. 
Semuanya terkena penyakit, kecuali hanya kalbunya, dan tiada yang tersisa dari hartanya barang sedikit pun untuk dapat dijadikan sebagai biaya pengobatan dan penghidupannya.
 Akan tetapi, istrinya tetap setia dan mencintainya, karena dia adalah seorang wanita yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (yang saat itu adalah suaminya sendiri). 

    Dia rela menjadi pembantu orang lain dengan upah untuk membiayai hidupnya sendiri dan suaminya. 
Dia tetap sabar melayani suaminya yang sakit itu selama kurang lebih 18 tahun, tanpa berpisah darinya pagi dan petang, selain waktu untuk melayani orang lain sebagai pembantu, kemudian segera kembali kepada suaminya. 
Lama-kelamaan makin bertambah parahlah keadaannya dan masa yang telah ditaqdirkan bagi Ayyub untuk menerima cobaan telah habis, maka mulailah Ayyub memohon dengan mendesak kepada Tuhan semesta alam, yang disembah oleh semua utusan dan Yang Maha Penyayang di antara para penyayang, seraya berseru kepada-Nya, sebagaimana yang dikisahkan oleh firman-Nya:
“(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Yang Maha Penyayang di antara semua panyayang.” (QS.21:83)  

   Pada saat itu juga Allah memperkanankan baginya, menerima doanya, dan menyambut seruannya, lalu Dia memerintahkan kepadanya untuk bangkit dari tempat tinggalnya dan menggejogkan kakinya ke tanah. 
Ayyub pun melakukannya, maka Allah menyemburkan mata air dari injakan kakinya itu dan Allah memerintahkan kepadanya untuk mandi dengan airnya. Saat itu juga lenyaplah semua penyakit yang ada pada tubuhnya. 
Selanjutnya, Allah memerintahkannya untuk menggejog bumi sekali lagi di tempat yang lain, maka Allah mengeluarkan mata air yang lain buatnya dan memerintahkan kepadanya untuk minum dari airnya. 
Saat itu juga Allah melenyapkan semua penyakit yang ada pada bagian dalam tubuhnya, sehingga sempurnalah kesehatan bagi Ayyub lahir dan batinnya. 

Ubahlah kerugian anda menjadi keuntungan

Kami tengadahkan telapak tangan ini dengan sepenuh jiwa memohon kepada-Mu, ya Tuhanku, kami mengharapkan pahala-Mu sebagai keberuntungan dan perlindungan bagi kami. 

Beberapa nasehat dan saran
  •  Jangan putus asa jika anda tersandung dan terjatuh ke dalam lubang yang luas. Anda pasti dapat keluar darinya dengan keadaan yang lebih tegar dan lebih kuat. Allah selalu bersama orang-orang yang sabar.
  •  Jangan bersedih jika ada anak panah mengunjam hati anda dilepaskan oleh orang yang paling dekat dengan anda. Anda pasti akan menemukan orang lain yang akan mencabut panah itu dan mengobati luka anda serta akan menjadikan anda dapat hidup dan tersenyum kembali.
  •  Jangan sering berdiri merenungi bekas-bekas peninggalan, terlebih lagi bila tempatnya telah dihuni oleh kelelawar dan banyak hantu yang telah mengetahui jalan masuk ke dalamnya. Akan tetapi, carilah suara burung pipit yang kicauannya memenuhi cakrawala seiring dengan datangnya sinar pagi yang membawa harapan baru bagi kehidupan anda.
  •  Jangan melihat lembaran masa lalu yang telah usang dimakan waktu yang penuh dengan kepedihan dan keterasingan. Pada masa mendatang anda akan menemukan bahwa semua guratan yang telah anda buat bukanlah termasuk hal paling indah yang telah anda kreasikan dan bahwa semua lembaran catatan yang anda tulis bukanlah catatan terakhir yang anda buat. Anda harus dapat membedakan penilaian orang yang memandang perjalanan hidup anda dengan pandangan objektif dan penilaian orang yang berpandangan subjektif, karena sejarah hidup anda bukanlah hal yang direkayasa. 

Anda telah menghayatinya tahapan demi tahapan dengan segenap perasaan dan hati anda dan anda sendirilah yang mengalami dan merasakan suka dan duka, pahit dan manisnya. Janganlah anda seperti si “Raja Kesedihan”, nama julukan burung ajaib yang mengeluarkan kicauan merdunya bila berdarah karena terluka sehingga ia dijuluki dengan nama tersebut.

Ads


Populer